Komedian Sule kembali ramai karena lebih memilih kredit mobil daripada beli dengan uang kes
Karier komedian Sule yang tidak lagi sepadat saat masa puncaknya membuat kondisi keuangannya ikut menjadi perhatian publik.
Ayah dari 5 anak itu mengaku sekarang lebih lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan, termasuk saat mengambil keputusan pembelian kendaraan pribadi.
Di dalam wawancara, Sule menjelaskan bahwa dirinya sekarang memilih membeli mobil melalui sistem kredit.
Keputusan tersebut berbeda di kebiasaan sebelumnya ketika ia sering membeli kendaraan secara tunai, bahkan untuk mobil dengan harga miliaran rupiah.
Pria yang bernama asli Entis Sutisna ini menjelaskan bahwa ia pernah membeli mobil merek Porsche seharga Rp 3,2 miliar serta kendaraan Jeep sekitar Rp2 miliar secara tunai.
“Porsche gue beli cash Rp 3,2 miliar waktu itu, Jeep beli cash Rp 2 miliar,” jelasnya.
Namun, setelah mendapat pandangan baru sial pengelolaan keuangan, ia menilai pembelian cash tidak selalu menguntungkan.
Menurut Sule, sistem kredit memungkinkan sebagian dana tetap bisa dialokasikan untuk investasi.
Sejak saat itu, ia mengubah pola pengeluaran dan lebih memilih skema cicilan agar arus keuangan tetap terjaga.
Sule juga menegaskan bahwa perubahan strategi finansial ini merupakan bentuk penyesuaian terhadap kondisi dan perencanaan masa depan.
Komedian kelahiran Cimahi itu sekarang mengaku lebih selektif dalam setiap keputusan keuangan, terutama soal aset bernilai besar.
Ayah kandung diduga cabuli anak, korban dipaksa minum pil KB Jajaran Polsek Lolayan mengamankan seorang…
Kasus kematian Dr Magang Kalibata, Menkes Budi buka suara Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin…
Main HP saat zoom, Korwil BGN Kayong Utara dipindahkan ke Papua Koordinator Wilayah (Korwil) Badan…
Kasus penganiayaan ART memanas, Erin Wartia bakal diperiksa Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan nama Rien…
Muak difitnah pakai jabatan Ramzi, Asila Maisa lapor ke Polisi Muak dengan tudingan yang menyebar…
Ucapan Cie Curhat jadi ramai, Lurah Paya Pasir Medan disanksi Buntut dari aksi tak etisnya…
This website uses cookies.