Komentator politik Rocky Gerung: Penjarakan Jokowi menjadi sorotan publik.
Ini disampaikan dalam acara Reuni Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang digelar di Yogyakarta, Senin 18 Agustus 2025.
Menurut Rocky Gerung, meskipun rezim telah berganti ke Prabowo Subianto, kejahatan yang dilakukan di era kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) masih harus dipertanggungjawabkan.
Ia menekankan bahwa kritik KAMI tidak akan berhenti seiring pergantian Presiden.
“Kenapa terus-menerus Jokowi jadi sasarannya? Karena saya anggota KAMI artinya kepasitas mikir. KAMI hidup dari mulai satu ide, turunan Jokowi.” Kata Rocky Gerung.
“Sekarang Jokowi bukan lagi penguasa, maka KAMI harus berubah, logikanya begitu? Tidak, Jokowi sudah turun tapi kejahatannya masih hidup. Itu soalnya,” tambah Rocky Gerung.
Ia juga menyebut berbagai “kebobrokan” di era Jokowi, mulai dari penghamburan uang APBN untuk proyek IKN hingga dugaan ijazah palsu.
Bagi Rocky Gerung semua catatan ini adalah penyimpangan yang harus dipertanggungjawabkan.
“Jadi apa peran KAMI hari ini? Bukan lagi turunan (Jokowi), tapi penjarakan,” tegas Rocky.
Rocky Gerung menjelaskan, dorongan untuk memenjarakan Jokowi bukanlah datang dari para tokoh KAMI, melainkan dari “emosi emak-emak, mahasiswa dan buruh” yang disebutnya sebagai “dendam kebijakan”.
“Yang diterapkan oleh teman-teman semua itu menunjukkan kualitas berpikir kita yang tidak ada dendam pada manusia, tetapi kita dendam terhadap kebijakan yang dibuat oleh beberapa manusia,” jelasnya.
Selanjutnya, Rocky Gerung juga menyinggung majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada 2024.
Ia menyebut Jokowi tidak melanggar konstitusi, melainkan melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak karena “menyuruh anak-anak bermain di wilayah orang dewasa.”
Baca juga: Fahmi Bachmid: Diam-Diam Erin Incar 32 Harta Andre Taulany

