KPAI menanggapi kasus siswa SMP meninggal diduga dibunuh dua pelajar SMK
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menanggapi kasus tewasnya siswa SMP Negeri 26 Bandung berinisial ZAAQ yang berusia 14 tahun diduga dibunuh dua pelajar SMK di area eks Kampung Gajah, Bandung Barat.
KPAI menilai kasus ini sebagai kekerasan antar anak.
Komisioner KPAI Aris Adi Leksono menyampaikan duka mendalam dan menilai kejadian ini sebagai pelanggaran serius terhadap hak hidup anak.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang anak dalam peristiwa pembunuhan yang terjadi di wilayah Bandung. Peristiwa ini adalah trategi yang sangat memprihatinkan,” katanya.
Lanjut menurut KPAI, motif “putus pertemanan” menunjukkan konflik remaja yang bisa berkembang jadi merusak dan berujung hal buruk jika tanpa perdampingan, literasi emosi, dan pendidikan resolusi konflik.
“Ketika konflik sederhana berkembang menjadi kekerasan terencana hingga pembunuhan, maka ini termasuk kategori kasus yang sangat mengerikan dan darurat,” katanya.
KPAI mendorong proses hukum berjalan tegas sekaligus memastikan perlindungan psikologis bagi keluarga korban.
Namun karena pelaku masih di bawah umur, penanganan tetap mengacu pada sistem peradilan anak.
Sementara itu, Polres Cimahi telah mengamankan dua terduga pelaku. Kapolres Niko N Adi Putra menyatakan keduanya masih di bawah umur.
“Kedua tersangka ini masih di bawah umur, untuk YA bersekolah sementara AP bekerja sebagai tukang dekor nikahan,” kata Niko.
Kabar bahagia, Jennifer Coppen sah jadi istri Justin Hubner di Bali Akhirnya kabar bahagia dari…
Ramai Jokowi dikabarkan bakal jadi Ketua Dewan Pembina PSI Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace…
Pesawat Angkut Militer India terbakar usai jatuh, 5 personel tewas Pesawat angkut logistik jenis AN-32…
Publik penasaran, ini alasan Kenny Austin tutupi wajah sang anak Setelah melahirkan putra pertama mereka,…
Nanik ungkap rencana coret anak orang kaya dari program MBG Badan Gizi Nasional (BGN) lagi…
Menteri Pemadaman listrik bukan akibat batu bara langka, kata Bahlil Menteri Energi dan Sumber Daya…
This website uses cookies.