KPK tangkap Mahfud MD atas dugaan korupsi kereta cepat
Komisi Pemberantasab Korupsi (KPK) meminta mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD untuk membuat laporan resmi soal dugaan korupsi dan penggelembungan anggaran dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoohs).
“KPK mengimbau bagi masyarakat yang mengetahui informasi awal ataupun data awal terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi, maka silakan dapat menyampaikan aduan tersebut kepada KPK melalui saluran pengaduan masyarakat,” kata KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat 17 Oktober 2025.
Awalnya, lewat kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2025, Mahfud MD menyoroti perbedaan signifikan biaya proyek Whoosh.
Mahfud MD menyebut, biaya pembangunan per satu kilometer Whoosh di Indonesia mencapai 52 juta dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan hitungan di Tiongkok yang hanya 17-18 juta dolar AS.
“Naik tiga kali lipat kan? Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana?”, kata Mahfud MD.
“Harus diteliti siapa yang dulu melakukan ini.”
Berikutnya, Juru Bicara KPK Menegaskan bahwa lembaga antirasuah tersebut selalu terbuka. Namun, laporan dugaan korupsi harus disertai informasi dan data awal agar proses penelaahan dan verifikasi dapat berjalan lebih akurat.
Budi Prasetyo menjelaskan mekanisme internal KPK, setelah laporan diterima, KPK akan menganalisis apakah materi laporan tersebut termasuk dalam dugaan tindak pidana korupsi atau tidak, juga apakah masuk dalam kewenangan KPK.
Kabar bahagia, Jennifer Coppen sah jadi istri Justin Hubner di Bali Akhirnya kabar bahagia dari…
Ramai Jokowi dikabarkan bakal jadi Ketua Dewan Pembina PSI Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace…
Pesawat Angkut Militer India terbakar usai jatuh, 5 personel tewas Pesawat angkut logistik jenis AN-32…
Publik penasaran, ini alasan Kenny Austin tutupi wajah sang anak Setelah melahirkan putra pertama mereka,…
Nanik ungkap rencana coret anak orang kaya dari program MBG Badan Gizi Nasional (BGN) lagi…
Menteri Pemadaman listrik bukan akibat batu bara langka, kata Bahlil Menteri Energi dan Sumber Daya…
This website uses cookies.