Ladang korupsi baru, KPK beri peringatan pemerintah agar rombak total program MBG
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan peringatan keras terhadap pemerintah agar segera melakukan perbaikan total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Karena mencium adanya celah penyimpangan jika regulasi dan pengawasan unggulan ini tidak segera diperketat.
Direktorat Monitoring KPK tahun 2025 Jumat 17 April 2026, KPK mendesak adanya payung hukum yang lebih kuat, minimal setingkat Peraturan Presiden (Perpres).
“Harus disusun regulasi yang komprehensif untuk mengatur perencanaan hingga pengawasan lintas kementerian dan daerah agar tidak terjadi tumpang tindih peran,” katanya.
KPK secara khusus meminta pemerintah meninjau kembali mekanisme bantuan dan struktur biaya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
KPK khawatir komponen anggaran yang tidak wajar dapat membuat publik pemburuan rente yang berujung pada penurunan kualitas gizi makanan yang diterima anak-anak.
“Struktur biaya dan rantai pelaksanaan harus dievaluasi agar tidak menimbulkan rente dan mengurangi kualitas layanan gizi,” kata KPK.
Berikut ada empat rekomendasi utama KPK untuk program MBG yaitu:
Mengatur pembagian peran antara Pemerintah Pusat dan Pemda secara mengikat.
Memperjelas SOP penetapan yayasan untuk mitra penyedia makanan (SPPG) guna menghindari penunjukan langsung yang tidak akuntabel.
Membangun pelaporan keuangan yang ketat untuk mencegah laporan fiktif dan mark-up harga.
Memastikan anggaran benar-benar terserap untuk kebutuhan gizi, bukan untuk birokrasi yang gemuk
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.