Lagi dan lagi banjir di Karawang ada 1.463 rumah dengan total 4.996 warga terkena dampaknya
Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, setelah aliran Sungai Citarum dan Sungai Cibeet melaup sejak hari Jumat pagi, 20 Februari 2026.
Peningkatan debit air yang cukup tinggi membuat Balai Besar Wilayah Sungai menetapkan status siaga pada kedua sungai tersebut.
Data dari BPBD Kabupaten Karawang mencatat sebanyak 1.463 rumah terdampak banjir dengan total 4.996 warga terkena dampaknya.
Genangan air meluas ke 15 desa di empat kecamatan, yaitu Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Karawang Barat, dan Cilamaya.
Sampai hari Sabtu sore, air di beberapa lokasi mulai berangsur surut. Namun, di wilayah yang terdampak cukup parah seperti Desa Karangligar, ketinggian air masih lebih dari 1,5 meter.
Sebelumnya, tinggi genangan sempat mencapai lebih dari 2 meter di sejumlah permukiman.
Tinggi muka air Sungai Citarum mencapai 12,1 meter dengan status Siaga 1, sedangkan Sungai Cibeet berada pada status Siaga 2 dengan ketinggian sekitar 18 meter. Kondisi itu akibat curah hujan tinggi di daerah hulu.
Ada 619 warga telah dievakuasi ke lokasi pengungsian. Petugas gabungan masih melakukan pemantaun dan membantu evakuasi bagi warga yang rumahnya masih terendam.
Karena banjir terjadi pada saat Ramadhan, warga terdampak terutama di Dewa Karangligar mulai mengalami kesulitan logistik, khususnya untuk kebutuhan sahur dan berbuka.
Warga juga berharap bantuan segera disalurkan. Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga terhadap kemungkinan kiriman air tambahan dari wilayah hulu jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

