Luar Biasa, Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Sudah Mencapai 4.200
Jumlah karangan bunga untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat terus bertambah.
Hingga Jumat (28/4/2017) siang, jumlah karangan bunga yang dikirim ke Balai Kota DKI Jakarta untuk Ahok- Djarot sudah mencapai 4.200.
“Karangan bunga sampai dengan siang ini ada 4.200,” ujar Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH-KLN) DKI Jakarta, Mawardi, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat.
( baca: Diantara Ribuan Karangan Bunga di Balai Kota, Ada Bunga Penyusup )
Pada Kamis (27/4/2017), jumlah karangan bunga yang terkumpul di Balai Kota DKI Jakarta dan ditujukan kepada Ahok- Djarot baru sekitar 2.700 karangan bunga.
Karangan bunga tersebut diletakkan di halaman Balai Kota, trotoar, dan di sekitar area Monumen Nasional (Monas).
Mawardi mengatakan, saat ini belum ada pihak yang melakukan komplain terhadap Pemprov DKI atas tumpukan karangan bunga itu.
“Malah sekarang sudahg lebih lancar karena memang beberapa (karangan bunga) sudah kami alihkan ke area sisi Monas,” ujar Mawardi.
Mawardi mengatakan Dinas lingkungan hidup DKI Jakarta akan mengataso sampah-sampah bunga yang berserakan.
“Kami serahkan ke Dinas lingkungan hidup yang memang membidangi itu,” ujar Mawardi.
Sumber berita Luar Biasa, Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Sudah Mencapai 4.200 : kompas.com
Ceramah Habib Alwi Assegaf diprotes, inilah sindiran Sekjen MUI Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah…
700 BUMN Merugi di era Prabowo, Penutupan ditargetkan 2026 Presiden Prabowo Subianto berencana penutupan jumlah…
Andre Taulany dan Amanda Rigby romantis saat Liburan di Italia Andre Taulany kembali ramai setelah…
Dedi Mulyadi srukan Resolusi Jihad anggaran di Hari Santri 2026 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi…
Puan minta balita jadi prioritas penanganan bencana Karhutla Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah…
Yusril sebut, korupsi bikin pejabat BUMN takut ambil risiko Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi…
This website uses cookies.