Luthfi beri sindiran ke KDM “Gubernur Ngonten”.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang selalu tampil dengan ikatan di kepala putih dan aktif terjun langsung ke lapangan serta media sosial.
Ia mengklaim pendekatannya ini sebagai upaya nyata memahami dan menyelesaikan permasalahan warga.
Namun, kebiasaan Dedi Mulyadi ini justru menuai kritik pedas dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang bahkan melabelinya sebagai “gubernur konten”.
Tanpa menyebut nama secara langsung, Lutfi terang-terangan mengkritik kepala daerah yang terlalu mengandalkan konten di media sosial sebagai ukuran kinerja.
Ia meminta jajarannya di Jawa Tengah agar tidak meniru gaya semacam itu karena dianggap tidak akan menyelesaikan masalah.
Vidio sindiran Ahmad Lutfi ini sempat viral setelah diungahnya oleh akun istagram @infomania-, yang juga menyampaikannya dengan pernyataan Dedi Mulyadi.
Dalam video tersebut, Luthfi menegaskan bahwa pemimpin sejati seharusnya fokus kerja nyata di lapangan, bukan demi kepentingan konten semata.
“Guys, hari ini saya ketemu orang miskin. Tidak akan menyelesaikan masalah. Lek kowe gelem silakan, nek aku ora aku banget (kalau kamu mau silakan, ya kalau aku enggak banget),” kata Luthfi sambil memperagakan gaya nge-vlog yang mengundang tawa.
Baca juga: Letkol Teddy Diusulkan jadi Duta Sekolah Rakyat
Luthfi juga menekankan pentingnya ketulusan dan diri sendiri dalam menjalankan tugas:
“Gak usah, ikhlas saja. jadi diri kita sendiri saja. Gak usah gaya. Halo guys. Kowe ko lek ceblok loro (kalau jatuh nanti sakit). Normal aja,” tambahnya, yang membuat suasana menjadi lebih ringan.
Ia juga menyoroti perilaku pejabat yang ketika mendapat kritik malah sibuk membalas di media sosial, hingga mengubah sikapnya demi “syuting”.
“Begitu dikritik, di medianya sibuk jawab. akhirnya opo? sikapnya diubah-ubah. Mangan teratur, ngomong teratur. karena apa? Syuting. Opo enak urip ngono kui (Apa enak hidup kaya gitu), tuturnya.
Dedi Mulyadi Balas Santai, Netizen Gaya Kemimpinannya.
Menanggapi kritik dan sindiran tersebut, Dedi Mulyadi justru merespons dengan santai. Ia mengaku fokus pada penyelesaian masalah satu persatu setiap hari untuk warga jawa barat.
“Buat warga jabar dan seluruh warganet, mohon maaf ya kalau Kang Dedi jadi gubernur hanya bisa menyelesaikan setiap hari satu masalah,” ujarnya dengan santai.
“Tapi gak apa-apa kan, dari pada Kang Dedi jadi gubernur, gak mengerti masalah,” tambah Dedi.

