Menhan AS: Jangan lagi bertempur dengan aturan bodoh
Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS menegaskan agar pasukan mengabaikan “aturan pertempuran yang bodoh”.
Hal itu disampaikan di hadapan para petinggi militer AS yang dikumpulkan di Virginia Selasa, 30 September 2025.
“Kami juga tidak bertempur dengan aturan pertempuran yang bodoh. Kami membebaskan tangan para prajurit kami untuk menakuti-nakuti, melemahkan moral, memburu, dan membunuh musuh-musuh negara kami. Tidak lagi ada aturan pertempuran yang politis dan berlebihan.”
Sebelumnya, Pete Hegseth pernah memberikan sinisme terhadap konvensi tersebut ketika dinyatakan
“Apakah AS akan patuh terhadap Konvensi Genewa atau tidak” dalam rapat pertemuan dengan Senat AS.
Itu juga terlihat dari sikap Hegseth yang mengkritik seorang pensiunan Jenderal Angkatan Darat AS, Peter Chiarelli yang secara resmi menegur komandan brigade, Michael Steela.
Dituduh memberikan perintah yang tidak pantas kepada tentaranya yang mengakibatkan kematian warga Irak.
Seorang mantan pejabat senior Pentagon, yang pernah bertugas di pemerintahan Republik dan Demokrat, dan mendengarkan pidato Hegseth juga berbicara dengan pejabat di ruang tersebut,” tidak inspiratif”.
Mantan pejabat tersebut mengatakan hal itu sebagian besar sesuai dengan yang diharapkan semua orang, tetapi tetap terdengar lebih seperti apa yang akan dikatakan seorang komandan pleton berusia 20-an kepada pasukan muda mereka.
Baca juga: AS Blokir KAAN, bagaimana dengan nasib Indonesia?
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.