Menurut Ahli Agama Menjustifikasi Sebelum Tabayun Tak Dibenarkan Dalam Islam
KH Ahmad Ishomuddin, ahli agama Islam yang memberi keterangan pada sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Selasa (21/3/2017) ini, menilai tindakan yang dianggap menodai agama adalah ketika seseorang menginjak-injak Al Quran.
Ahmad mengemukakan hal itu dalam sidang ke-15 kasus dugaan penodaan agama itu oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara yangh digelar di Audiotorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa.
“Para ahli fiqih menerangkan, menginjak-injak Al Quran seperti keset dan melemparkannya itu menodai agama,” ujar Ahmad yang dihadirkan pihak pengacara Ahok dalam persidangan itu.
Ahmad menjelaskan, untuk mengetahui perkataan seseorang telah menodai agama atau tidak harus dilihat dari niatnya. Niat tersebut bisa diketahui dengan melakukan tabayun.
“Menjustifikasi sebelum tabayun tidak dibenarkan dalam Islam,” kata dia.
Selain dengan cara tabayun, kata Ahmad, untuk melihat niat seseorang bisa diketahui dari kehidupan sehari-harinya.
“(Untuk melihat niat) bisa dilihat dari kesehariannya atau melihat kekiniannya, hal itu untuk mengetahui perbuatannya menunjukan adanya niat atau tidak,” kata Ahmad.
Ahok didakwa telah melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat berpidato saat kunjungan kerjanya ke Kepulauan Seribu pada September tahun lalu. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.
Sumber berita Menurut Ahli Agama Menjustifikasi Sebelum Tabayun Tak Dibenarkan Dalam Islam : kompas.com
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.