Militer Israel Serang Ke Ibu Kota Lebanon Hingga Memakan Banyak Korban Jiwa

Militer Israel Serang Ke Ibu Kota Lebanon Hingga Memakan Banyak Korban Jiwa

Militer Israel serang ke Ibu Kota Lebanon hingga memakan banyak korban jiwa

Israel serang udara baru ke ibu kota Lebanon, Beirut, pada Kamis 12 Maret 2026.

Serangan itu memicu kepulan asap hitam di beberapa titik kota setelah sejumlah kawasan menjadi sasaran bombardir, termasuk wilayah permukiman Bashoura di pusat kota serta daerah pinggiran selatan.

Militer Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga yang berada di sebuah bangunan di kawasan Zuqaq al-Blat, area lain di pusat Beirut.

Penargetan wilayah jantung ibu kota ini dinilai sebagai peningkatan intensitas operasi militer Israel yang telah berlangsung sekitar satu setengah minggu di berbagai wilayah Lebanon.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, serangan yang terjadi sejauh ini telah menyebabkan sedikitnya 687 orang tewas dan lebih dari 1.500 lainnya mengalami luka-luka.

Tak hanya itu, otoritas Lebanon juga melaporkan bahwa lebih dari 800.0000 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak konflik meningkat pada 2 Maret 2026.

Ketegangan meningkat setelah kelompok bersenjata Hezbollah meluncurkan roket ke wilayah Israel.

Serangan tersebut terjadi setelah pecahnya konflik yang lebih luas antara As, Israel, dan Iran.

Menanggapi hal ini, Israel kemudian melancarkan operasi udara dan darat secara las ke wilayah Lebanon dengan alasan menargetkan infrastruktur Hezbollah.

Sebagai balasan, Hezbollah juga meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel, termasuk salvo besar yang dilaporkan terjadi pada Rabu malam disebut berlangsung dalam koordinasi dengan Iran.

Situasi ini membuat kekhawatiran dari komunitas internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa bersama berbagai organisasi kemanusiaan memperingatkan bahwa konflik yang terus meningkat berpotensi memperparah krisi kemanusiaan di Lebanon.

Warga sipil tersebut menjadi pihak yang paling terdampak, terutama ratusan ribu orang yang terdampak mengungsi dan kehilangan tempat tinggal.

Baca juga: Ketahuan, tumpukan bantuan pasca bencana di gudang Sibolga belum disalurkan ke rakyat