Nenek Elina Widjajanti setelah di usir mengalami gangguan kecemasan berat
Kondisi mental Nenek Elina Widjajanti yang berusia 80 tahun inis emakin memprihatinkan.
Perempuan lanjut usia asal Surabaya yang digusur secara paksa dari rumahnya itu sekarang lagi menderita gangguan kecemasan berat.
Kejiwaannya terguncang setelah bangunan tempat tinggalnya dihancurkan oleh Samuel Ardi Kristanto yang usia 44 tahun.
Hasil pemeriksaan tim psikolog dari Biro SDM Polda Jawa Timur menunjukkan bahwa nenek Elina mengalami trauma yang mendalam.
AKBP Moch Mujieb, Kabag Psikolog Biro SDM Polda Jatim, menyampaikan bahwa Nenek Elina sering terbangun tengah malam dalam kondisi ketakutan.
“Beliau masih dalam keadaan sangat stres dan penuh kecemasan. Rasa aman hilang karena rumah yang menjadi tempat tinggalnya sudah tidak ada,” katanya, Jumat 2 Januari 2026.
Untuk mencegah gangguan mental yang lebih parah, polisi menjadwalkan pendampingan psikologis secara rutin.
Upaya ini dilakukan untuk memulihkan kondisi psokis Elina setelah kekerasan fisik yang ia alami.
Kejadian berawal pada tanggal 6 Agustus 2025. Sekelompok orang berseragam organisasi masyarakat Madura Asli (Madas) memaksa nenek Elina untuk keluar dari rumahnya.
Dalam video yang lagi viral, tubuh rentan itu terlihat tampak di tarik dan diseret ke jalan tanpa belas kasih.
Setelah itu, rumah nenek Elina disegel dengan kayu dan besi. Puncaknya, bangunan itu dihancurkan menggunakan alat berat hingga rata dengan tanah.
Merasa haknya dirampas, nenek Elina kemudian melaporkan perusakan tersebut ke SPKT Polda Jatim melalui laporan LP/B/1546/X/2025/SPKT/Polda Jawa Timur.

