Ngeri, enaknya Sarden Kaleng, ada jari pekerja wanita yang terpotong oleh mesin
Ternyata di balik ikan sarden kaleng, ada tersimpan cerita ngeri dari para pekerja wanita di kawasan industri perikanan Muncar, Banyuwangi.
Fakta tersebut ramai di media sosial setelah postingan Ahmad Taufik melalui akun X Pribadinya, @taufikahmd.
Dalam postingan tersebut, ia mengatakan sejumlah kejadian kecelakaan kerja yang dialami oleh pekerja wanita saat memotong kepala dan buntut ikan.
“Dalam sebulan, saya udah dengar 2 kabar, kalo ada ibu-ibu yang jarinya putus saat motong kepala dan buntut ikan di pabrik sarden,” katanya, Senin 22 Desember 2025.
Ternyata kejadian tersebut bukan lah kejadian baru. Pekerja berjam-jam dalam kondisi tangan basah, hanya menggunakan sarung tangan kain.
“Kasus jari terpotong ini cukup sering, karena buruh bekerja motong ikan berjam-jam yang dalam kondisi basah, dengan menggunakan sarung tangan kain,” ketiknya.
Sarung tangan basah dan dipakai terus-menerus membuat tangan kebas, sehingga sebagian pekerja tidak menyadari jarinya ikut kepotong.
Tak hanya itu, pekerja juga disebut kerap mengalami kecelakaan akibat lantai pabrik yang licin dan berminyak. Namun, perlindungan jaminan sosial dinilai minim.
“Ini makin arah, karena hampir semua ga didaftarin BPJS naker. Jadi kalau kecelakaan kerja, cuma dibawa ke pengobatan patah tulang. Cuma sekali itu aja, sisanya biaya sendiri,” sambungnya.
Ceramah Habib Alwi Assegaf diprotes, inilah sindiran Sekjen MUI Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah…
700 BUMN Merugi di era Prabowo, Penutupan ditargetkan 2026 Presiden Prabowo Subianto berencana penutupan jumlah…
Andre Taulany dan Amanda Rigby romantis saat Liburan di Italia Andre Taulany kembali ramai setelah…
Dedi Mulyadi srukan Resolusi Jihad anggaran di Hari Santri 2026 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi…
Puan minta balita jadi prioritas penanganan bencana Karhutla Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah…
Yusril sebut, korupsi bikin pejabat BUMN takut ambil risiko Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi…
This website uses cookies.