Pakar Sebut Cara Curang Peserta SPMB Lewat Mikrofon Miniatur

Pakar Sebut Cara Curang Peserta SPMB Lewat Mikrofon Miniatur

Pakar sebut cara curang peserta SPMB lewat mikrofon miniatur

Mantan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Prof Nizam, mengungkapkan modus

kecurangan dalam Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) semakin canggih dan terorganisir.

Hal ini disampaikan dalam rapat Panitia Kerja (Panja) SPMB Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juni 2026.

Nizam menyebut salah satu modus terbaru yang ditemukan tahun ini adalah penggunaan mikrofon miniatur yang ditanamkan di dalam telinga peserta ujian.

“Kecurangan di dalam seleksi masuk itu makin lama canggih. Kemarin, tahun ini misalnya ditemukan ada yang menggunakan mikrofon miniatur yang bisa ditanam di dalam telinga dan sebagainya. Ini sungguh semakin luar biasa kecurangan yang dilakukan,” ungkap Nizam.

Selanjutnya tantangan terbesar, menurut Nizam, ada pada Seleksi Nasional berdasarkan Tes (SNBT) karena kecurangan bersifat terorganisir dengan melibatkan joki tes profesional.

“Ada memang yang terorganisasi, jadi da joki dan sebagainya yang semakin lama semakin canggih, jadi biro jasa untuk ke perguruan tinggi,” katanya.

Berdasarkan data yang diterima Nizam dari panitia seleksi, terdapat sejumlah kasus kecurangan yang teridentifikasi.

Mulai dari kecurangan dalam pelaksanaan tes hingga pelanggaran administrasi dan teknis.

Ia juga mendorong panitia seleksi untuk terus meninggalkan kemampuan deteksi kecurangan seiring semakin canggihnya modus yang digunakan.

Nizam mendesak penerapan sanksi tegas berupa blacklist bagi peserta yang terbukti curang.

“Blacklist bagi peserta yang teridentifikasi melakukan kecurangan, itu di-blacklist dari kesempatan untuk mendaftar di PTN,” tambahnya.

Baca juga: Fakta mengejutkan, chat terakhir korban penculikan di Bandung