PDIP Tolak Keras soal Gelar Pahlawan ke Presiden ke-2 Soeharto
Mohamad Guntur Romli, PDIP, menilai langkah tersebut mencederai semangat Reformasi dan mengaburkan fakta sejarah atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi selama Order Baru.
“Kalau Soeharto mau diangkat pahlawan, maka otomatis mahasiswa ’28 yang menggerakkan reformasi dan menggulingkan Soeharto akan disebut penjahat dan pengkhianat. Ini tidak bida dibenarkan,” kata Guntur, Jumat 24 Oktober 2025.
Guntur juga menambahkan, pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional berpotensi mengubah status peristiwa pelanggaran HAM di masa Orde Baru.
Guntur menegaskan, yang layak jadi pahlawan adalah tokoh-tokoh yang berjuang melawan rezim Orde Baru, seperti Gus Dur dan Marsinah.
“Soekarto tetap dengan fakta sejarah, mantan presiden yang di gulingkan oleh gerakan Reformasi 98 karena KKN, otoriter, dan pelanggaran HAM berat,” ungkap Guntur Romli.
Namun, sisi lain Anggota Komisi III DPR RI dari Golkar, Bambang Soesatyo mendukung pemberian gelar tersebut.
Karena Bambang Soesatyo menilai tidak ada lagi hambatan hukum sejak dicabutnya TAP MPR Nomor XI/MPR/1998.
“Fakta sejarah tidak bisa dihapus begitu saja. Bangsa besar adalah bangsa yang mampu menghargai sejarahnya secara utuh,” kata Bambang Soesatyo.
Purbaya beri pesan penting buat Pemda sebelum kena Reshuffle Beberapa jam sebelum posisinya sebagai Menteri…
Profil Yudo Sadewa, Anak Purbaya viral usai ayahnya dipecat Nama Yudo Sadewa ikut ramai setelah…
Intip kekayaan Suahasil Nazara, Menkeu baru pengganti Purbaya Suahasil Nazara resmi dipercaya mengemban jabatan Menteri…
Reaksi anak Purbaya usai ayahnya dicopot, ini kata Yudo Sadewa Kabar pergantian Menteri Keuangan Purbaya…
Jadwa; Hyundai Hillstate & Megawati Hangsetri, KOVO Cup 2026 Megawati Hangestri bakal menjalani tantangan baru…
Betrand Peto angkat bicara soal pelecehan, Onyo jaga nama ortu Betrand Peto akhirnya memberikan pernyataan…
This website uses cookies.