Pemerintah menyiapkan bantuan untuk UMKM yang terdampak bencana di Sumatra
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sedang menyiapkan skema bantuan presiden (banpres) bagi pelaku usaha mikro yang terdampak bencana di wilayah Sumatra.
Bantuan tersebut direncanakan menyasar 200.000 pelaku UMKM.
Menteri UMKM, Maman Abdurahman, menyampaikan bahwa banpres ini diperuntukan khusus bagi pelaku usaha mikro yang belum memiliki akses pembiayaan dari perbankan, baik dalam bentuk kredut pinjaman maupun Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Berdasarkan data Kementerian UMKM, terdapat sekitar 200.000 pelaku usaha mikro yang hingga sekarang belum tersentuh layanan perbankan.
Masing-masing pelaku usaha tersebut direncanakan menerima bantuan sebesar Rp3 juta.
Dengan itu, total anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp600 miliar.
Saat ini, rencana penyaluran bantuan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga.
Termasuk kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara, serta Bappenas.
“Kita sedang bicarakan dengan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan, Kemensetneg dan pemerintah daerah, yaitu bagi UMKM yang mereka belum mendapat akses pada bank, ini perlu disentuh agar ekonomi bergerak di bawah,” tambahnya.
Tak hanya bantuan langsung, pemerintah juga mempertimbangkan kebijakan keringanan pembiayaan bagi UMKM terdampak banjir di wilayah Aceh dan Sumatra.
Opsi relaksasi yang disiapkan yaitu pembekuan cicilan (freeze), restrukturisasi kredit, hingga kemungkinan penghapusan pinjaman.

