Presiden AS Donald Trump dikelilingi Pendeta Kristen di Oval Gedung Putih
Kumpulan pendeta Kristen dan pemimpin agama berkumpul di Ruang Oval Gedung Putih untuk berdoa Presiden AS Donald Trump, penekanan yang semakin besar dari pemerintahan Trump pada keterlibatan berbasis agama dalam pemerintahan.
Video tersebut disebarkan oleh Wakil Kepala Staff Gedung Putih, Dan Scavano, dalam akun sosial X, Jumat 6 maret 2026.
Para pendeta evangelis mengelilingi presiden di Meja Resolute dan menawarkan doa untuk bimbingan, kebijakan, dan perlindungan saat ia memimpin negara.
Video dari acara tersebut menunjukkan beberapa pemimpin agama meletakkan tangan mereka ke atas Trump saat berdoa.
Pertemuan itu diselenggarakan dengan keterlibatan Kantor Keagamaan Gedung Putih dan melibatkan tokoh-tokoh evangelis terkemuka seperti Robert Jeffress, Samuel Rodriguez, dan sejarawan David Barton.
Pendeta Jeffress kemudian mengatakan bahwa merupakan suatu kehormatan untuk memimpin doa bagi presiden, sementara pemimpin agama lainnya menggambarkan pertemuan tersebut sebagai “hari yang luar biasa” dan momen bermakna untuk mendoakan kepemimpinan nasional.
Pertemuan doa ini mencerminkan upaya berkelanjutan Trump untuk menjalin hubungan dengan kelompok Kristen evangelis, basis politik utama.
Pemerintahan Trump telah mempromosikan inisiatif keagamaan, termasuk pembentukan Kantor Keagamaan Gedung Putih untuk berkoordinasi dengan pemimpin agama dan memperjuangkan kebebasan beragama.
Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…
Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…
Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…
Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…
Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…
Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…
This website uses cookies.