Presiden AS Donald Trump Ingin Ikut Campur Pemilihan Kepemimpinan Baru Iran

Presiden AS Donald Trump Ingin Ikut Campur Pemilihan Kepemimpinan Baru Iran

Presiden AS Donald Trump ingin ikut campur pemilihan Kepemimpinan baru Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku ingin ikut campur dalam pemilihan pemimpin tertinggi Iran berikutnya juga menantang penunjukkan Putra Ali Khamenei, Mojtaba.

“Mereka membuang-buang waktu. Putra Khamenei itu tidak berkompeten. Saya harus terlibat dalam penunjukkan itu,” kata Trump 6 Maret 2026.

Ia juga ingin lebih memilih pemimpin yang mirip dengan Presiden Venezuela Delcy Rodriguez, yang menggantikan Nicolas Maduro setelah dia diculik oleh pasukan AS pada bulan Januari.

Meskipun sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden Maduro, Rodriguez telah mengizinkan Washington untuk menjual minyak Venezuela dan menghentikan pasokan minyak ke Kuba di bawah ancaman serangan AS lebih lanjut.

Namun, ada perbedaan besar antara Iran dan Venezuela. Sementara penculikan Maduro adalah operasi militer yang cepat dan terbatas.

Pemerintah Iran saat ini terlibat dalam perang yang semakin memanas dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pemimpin tertinggi iran juga harus menjadi ulama agama yang berkualifikasi.

Tidak jelas bagaimana Donald Trump ingin terlibat dalam proses seleksi di tengah ketegangan ini.

Trita Parsi, Wakil Presiden Eksekutif di Quincy Institute, mengatakan Donald Trump mencari penyerahan diri Iran.

“Dia tidak keberatan jika figur simbolis mengambil alih Iran asalkan orang tersebut mengikuti preferensi kebijakan Trump, seperti yang telah dilakukan Delcy,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa Trump tidak ingin siapa pun menggantikan Khamenei “yang tidak bersedia tunduk pada tuntutan kebijakan Trump.”

Baca juga: Perjanjian dagang RI-Amerika Serikat, proyek ternak ayam Danantara terancam?