Internasional

Presiden Iran Tegaskan Tak Takut Pada Amerika Serikat

Presiden Iran tegaskan tak takut pada Amerika Serikat

Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan Amerika Serikat ingin Teheran “tunduk” kepada mereka, tetapi rakyat Iran tak akan menentang “penghinaan” tersebut.

“Mereka ingin Iran patuh kepada Amerika. Bangsa Iran akan berdiri dengan seluruh kekuatannya melawan mereka yang memiliki harapan yang keliru,” ucap Ayatollah Ali Khamenei, 24 Agustus 2025.

“Orang-orang yang meminta kami tidak mengeluarkan slogan melawan AS, untuk melakukan negosiasi langsung dengan AS hanya melihat penampilan. Masalah ini tidak dapat selesai,” tambahnya.

Teheran telah menghentikan negosiasi nuklir dengan AS setelah Washington dan Israel membom situs nuklirnya selama perang 12 hari pada Juni.

“Cara maju bagi musuh adalah menciptakan perpecahan” di Iran, kata Khamenei, menyalahkan “agen Amerika dan rezim Zionis”, pada Israel yang berusaha menebar perpecahan.

Dia menegaskan kepada warga Iran untuk tetap bersatu untuk menghadapi apa yang di gambarkan sebagai upaya AS untuk menaklukkan negara tersebut.

Negara-negara Eropa, bersama AS, mengklaim Iran sedang berusaha mengembangkan senjata nuklir.

Namun, Iran tetap bersikeras bahwa program nuklirnya bertujuan untuk keperluan sipil.

Pada tahun 2015, Iran menandatangani kesepakatan nuklir bersejarah dengan AS dan negara-negara Eropa, di mana Iran setuju untuk mengurangi ambisi nuklirnya sebagai imbalan atas percabutan sanksi.

Namun, selama masa jabatannya yang pertama, Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan tersebut pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi sebagai bagian dari kebijakan “tekanan masimum”nya.

Sekutu regional terdekat Washington, Israel, juga menentang kesepakatan dengan Iran.

Perang 12 hari meletus pada Juni 2025 saat Tehran dan Washington di jadwalkan mengadakan putaran keenam pembicaraan tentang program nuklir Iran.

Pembicaraan yang dimulai beberapa minggu sebelumnya terganggu oleh konflik tersebut.

Baca juga: Tentara Malaysia Batalkan Akuisisi Black Hawk Bekas
Penguin

Recent Posts

Guru Non-ASN Mengadu ke DPR, Minta Kepastian Nasib di 2027

Guru Non-ASN mengadu ke DPR, minta kepastian nasib di 2027 Perwakilan guru non-ASN menyambangi Gedung…

4 jam ago

Ramai Alamat Rumah Jennifer Coppen tersebar, Ulah Oknum Ojol

Ramai alamat rumah Jennifer Coppen tersebar, ulah oknum Ojol Jennifer Coppen lagi menghadapi persoalan yang…

4 jam ago

Indra Bruggman Sukses jadi Pengusaha, mau Pensiun dari Aktor?

Indra Bruggman sukses jadi pengusaha, mau pensiun dari aktor? Nama Indra Bruggman sudah lama dikenal…

1 hari ago

2 Anabul Inul Daratista Hilang Misterius, Ternyata Ada di Lemari

2 Anabul Inul Daratista hilang misterius, ternyata ada di lemari Inul Daratista heboh setelah dua…

1 hari ago

KPK Bongkar Dugaan Aliran Uang, Dua PNS Bea Cukai Diperiksa

KPK bongkar dugaan aliran uang, dua PNS Bea Cukai diperiksa Kasus dugaan korupsi dalam proses…

1 hari ago

Alasan Raja Juli Tak Dampingi Prabowo Subianto Cek Karhutla

Alasan Raja Juli tak dampingi Prabowo Subianto cek Karhutla Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akhirnya…

1 hari ago

This website uses cookies.