Prof. Lili Romli menilai Budi Setiadi Arie soal ingin gabung ke Gerindra
Budi Arie Setiadi, bergabung dengan Partai Gerindra sebagai bagian dari gerakan politik berbasis kepentingan.
Profesor Lili Romli, menilai Projo sejak awal dibentuk bukan sebagian gerakan moral, melainkan kendaraan politik.
Menurut ia, bergabungnya Budi Arie Setiadi ke Partai Gerindra, partai yang saat ini berkuasa, tidak lepas dari kepentingan politik pribadinya.
“Ketika membentuk relawan Projo, tampaknya bukan seperti relawan pada umumnya, tapi bagian dari gerakan politik dan bertujuan untuk mendapatkan kekuasaan,” kata Prof. Lili Romli, Senin 3 November 2025.
Ia juga tegaskan, karena Budi merupakan gerakan politik, maka aktor-aktor di dalamnya adalah politisi.
Budi Arie sebagai politisi tentu memiliki kepentingan politik yang harus diakomodasi.
“Jadi bergabungnya Budi Arie ke Gerindra, tidak lepas dari kepentingan politik, selain agar tetap eksis dalam dunia politik, mungkin juga ada kepentingan-kepentingan yang lain,” katanya.
Prof. Lili Romli menambahkan, dampak terbesar dari perpindahan ini terlihat jelas menguntungkan Budi Arie secara pribadi.
Ia juga menjadi bagian dari partai yang saat ini memegang kekuasaan.
“Saya belum tahu dampak bagi Gerindra. Yang jelas terlihat, jika diterima, yang untuk Budi Arie itu sendiri karena bisa menjadi bagian dari partai penguasa,” katanya.
Baca juga: Media negara Inggris bahas IKN Indonesia ‘Kota Hantu’
Irfan Hakim menangis, minta Raffi fokus hiburan dan bisnis saja Dalam sebuah sesi percakapan yang…
DPR resmi bentuk Panja, kasus eks Jampidsus diawasi ketat Komisi III DPR RI resmi membentuk…
Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman ungkap ada bunker lain Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengaku…
Kasus korupsi di TPPU, Febrie Adriansyah resmi jadi tersangka Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor)…
Febrie Adriansyah mundur, Habiburokhman akan bentuk Timwas Ketua Komisi III DRPR RI Habiburokhman menyatakan pihaknya…
Aksi lucu Amanda Manopo saat mengganti Popok Baby Zac Artis Amanda Manopo kembali ramai setelah…
This website uses cookies.