Putra MBS mendorong Presiden AS agar lanjutkan perang terhadap Iran, disebut peluang sejarah
Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBG) dikabarkan mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melanjutkan perang terhadap Iran, dengan menilai konflik ini sebagai “peluang bersejarah” untuk membentuk ulang kawasan.
Tak hanya itu, ia juga bahkan menyarankan penghancuran pemerintahan Iran sebagai solusi jangka panjang atas ancaman regional.
Tapi di balik itu, kekhwatiran muncul di kalangan pejabat Arab Saudi dan Amerika Serikat bahwa perang berkepanjangan justru membuat berisiko atas serangan lebih besar terhadap instalasi minyak dan menyeret Washington ke konflik tanpa akhir.
Namun di sisi lain, Benjamin Netanyahu juga melihat Iran sebagai ancaman, meski pendekatan Saudi berbeda karena menganggap negara Iran yang gagal sebagai bahaya langsung.
Donald Trump sendiri menunjukkan sikap yang berubah-ubah, dari membuka peluang damai hingga mendorong eskalasi.
Ia juga sempat menyebut adanya “percakapan produksi mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita,” meskipun klaim itu dibantah Teheran.
Pemerintah Saudi menolak anggapan bahwa Riyadh mendorong perang. “Kerajaan Arab Saudi selalu mendukung penyelesaian damai atas konflik ini, ” Prioritas utama kami saat ini adalah membela diri dari serangan harian terhadap rakyat dan infrastruktur sipil kami.”
Konflik ini berdampak besar pada ekonomi kawasan, terutama setelah gangguan di Selat Hormuz yang menghambat distribusi minyak global.
Meskipun memiliki jalur alternatif, serangan balasan Iran tetap menekan industri energi Teluk.

