Nasional

Rupiah Anjlok, Mahasiswa Desak Prabowo Hentikan MBG

Rupiah anjlok, mahasiswa desa Prabowo hentikan MBG

Pembeludakan kritik terhadap kebijakan pemerintah kembali muncul di tengah melemahnya nilai tukar rupiah.

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa berbagai tuntutan, salah satunya meminta Presiden Prabowo untuk mengevaluasi bahkan menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai kondisi ekonomi yang sedang menghadapi tekanan membutuhkan langkah yang lebih terfokus pada penguatan sektor produktif dan stabilitas fiskal.

Mereka mempertanyakan efektivitas program-program yang memerlukan anggaran besar ketika nilai tukar rupiah terus menjadi perhatian publik.

Para peserta aksi membawa spanduk dan menyampaikan orasi yang menyoroti kondisi ekonomi nasional.

Menurut mereka, pemerintah perlu lebih cermat dalam menentukan prioritas penggunaan anggaran agar dapat menjawab tantangan yang sedang dihadapi masyarakat.

Mahasiswa berpendapat bahwa program tersebut perlu dikaji ulang dari berbagai aspek, termasuk keberlanjutan pendanaan dan dampaknya terhadap kondisi fiskal negara dalam jangka panjang.

Di sisi lain, pemerintah sebelumnya telah menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Program tersebut juga disebut sebagai investasi jangka panjang untuk mendukung generasi mendatang.

Perbedaan pandangan inilah yang kemudian menjadi bagian dari diskusi publik.

Sebagian pihak mendukung keberlanjutan program karena manfaat sosial yang dianggap besar.

Sementara kelompok lain meminta adanya evaluasi menyeluruh agar penggunaan anggaran tetap terkendali.

Dalam forum tersebut, peserta menyepakati lima tuntutan yang disuarakan kepada pemerintah.

1. Hentikan pemborosan APBN.
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
3. Hentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih.
4. Hentikan militerisme di ranah sipil.
5. Mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan kebijakan yang dinilai berdampak pada kondisi ekonomi saat ini.

Baca juga: BBM naik hari ini, Pertamax resmi Rp16.250 per liter
Penguin

Recent Posts

DPR Tolak APBN untuk Haji, Said Abdullah Sampaikan Alasannya

DPR  tolak APBN untuk Haji, Said Abdullah sampaikan alasannya Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI…

3 menit ago

Menhan Minta Prajurit YTP Perkuat Pengabdian Melayani Rakyat

Menhan minta prajurit YTP perkuat pengabdian melayani rakyat Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan seluruh…

6 menit ago

Bukti Sudah lengkap, Ruben Onsu bersiap Jalani Sidang Perdana

Bukti sudah lengkap, Ruben Onsu bersiap jalani sidang perdana Ruben Onsu akan segera menghadapi sidang…

1 jam ago

Ussy Sulistiawaty Pilih Tutup Bisnis Kuliner Usai Terjadi Konflik

Ussy Sulistiawaty pilih tutup bisnis kuliner usia terjadi konflik Ussy Suliastiawaty memutuskan menutup bisnis kelinernya,…

2 jam ago

Intip Kekayaan Febrie Adriansyah, Ada Simpanan Emas 74 Kg

Intip kekayaan Febrie Adriansyah, ada simpanan emas 74 Kg Nama Febrie Adriansyah kembali menjadi perhatian…

7 jam ago

Roy Suryo Menang di Praperadilan, Ini Putusan Hakim Terbaru

Roy Surgo menang di Praperadilan, ini putusan Hakim terbaru Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan sebagian…

1 hari ago

This website uses cookies.