Rupiah kritis, kurs jual dolar Amerika Serikat menembus hingga Rp17.000 per dolar
Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan dan bergerak mendekati level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin 19 Januari 2026.
Sejumlah bank nasional mencatat kurs jual dolar AS di kisaran Rp16.900 hingga menembus Rp17.000 per dolar.
Di Bank Central Asia (BCA0, kurs beli dolar AS tercatat di level Rp16.913, sementara kurs jual berada di Rp16.933 per dolar.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga mematok kurs beli di kisaran Rp16.011 dan kurs jual Rp16.938.
Sementara itu, kurs di loket TT Counter Bank Negara Indonesia (BNI) tercatat tinggi dengan kurs jual mencapai Rp17.060 per dolar AS dan kurs beli di level Rp16.760.
Bank Mandiri pun memasang kurs jual dolar AS di angka Rp17.000, dengan kurs beli Rp16.700.
Ada juga CIMB Niaga mencatat kurs beli di Rp16.908 dan kurs jual Rp16.923 per dolar AS.
Di pasar spot, rupiah dibuka melemah 17 poin atau sekira 0,10 persen ke level Rp16.904 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp16.887.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai pergerakan rupiah masih cenderung bergelojak.
Ia menyebut pelemahan dolar AS pada awal perdagangan belum cukup kuat mendorong penguatan rupiah secara signifikan.
“Rupiah berpulang menguat terbatas, namun masih rentan melemah seiring ensi geopolitik global,” katanya.
PAN nilai Prabowo pantas pimpin Indonesia hingga periode ke 2 Wakil Ketua Umum Partai Amanat…
Pria Surabaya dipenjara 4 bulan usai cari uang Rp5.000 di motor Pengadilan Negeri (PN) Surabaya…
RS Jabar wajib rawat korban begal, Dedi Mulyadi angkat bicara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi…
Sherly Tjoanda tulis pesan rindu, di hari ulang tahun Benny Laos Sherly Tjoanda membagikan pesan…
Rudy Tanoe minta KPK atur waktu pemeriksaan, dugaan bansos Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo atau yang dikenal…
Tasyi Athasyia bawa kasus hilangnya 12 barang mewah ke Polisi Tasyi Athasyia kembali mengalami mengalami…
This website uses cookies.