Sandi Samakan Grand Bazaar Istanbul dengan Tanah Abang, Benar Selevel?

Sandi Samakan Grand Bazaar Istanbul dengan Tanah Abang, Benar Selevel?

Sandi Samakan Grand Bazaar Istanbul dengan Tanah Abang, Benar Selevel?

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menggelar rapat tertutup dengan beberapa stakeholder kawasan Tanah Abang, Jakarta. Sandi ingin penataan nanti benar-benar matang karena Tanah Abang bisa disandingkan dengan Grand Bazaar Istanbul, Turki.

“Ini pusat ekonomi Asia Tenggara yang kapasitasnya enggak kalah sama Grand Bazaar di Istanbul atau di beberapa tempat di belahan dunia lain,” ujar Sandi di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/11).

Sandi mengatakan, Tanah Abang memiliki sejarah panjang perjalanan perekonomian di Jakarta. Lokasinya strategis berada di tengah kota membuat penanganan Tanah Abang harus dengan konektivias dan integrasi yang tepat.

Tanah Abang kembali macet.

Tanah Abang kembali macet. (Foto: Adim Mugni/kumparan)

“Aksesibilitas berpotensi untuk meningkatkan akses daripada komersial maupun ekonomi bagi masyarakat Jakarta,” imbuh Sandi.

Sandi menjelaskan, pertemuan ini untuk menyatukan program dan rencana pemerintah dengan konsep yang dimiliki oleh masyarakat, tak terkecuali soal penataan PKL.

Sandi menyebut, kehadiran PKL di kawasan Tanah Abang tak lain untuk melayani kebutuhan 300 ribu warga yang setiap hari lalu lalang terutama di sekitar Stasiun Tanah Abang.

“Jadi kehadiran mereka perlu dibina, ditata dalam suatu konsep yang saling menghargai, respect, dan tentunya berkesinambungan,” imbuh dia.

Segala konsep yang disampaikan dalam rapat ini terus digodok. Termasuk, masukan dari para pakar tentang penataan Tanah Abang.

Grand Bazaar Istanbul

Grand Bazaar Istanbul (Foto: AFP)

“Kisi-kisi dari mereka yang penting adalah memuliakan pejalan kaki, memberdayakan para pedagang kaki lima, menata, dan menertibkan sistem transportasi memastikan pembangunan dari trotoar dan jalan itu terkoordinasi dengan baik dan sosialisasi yang cukup,” ucap dia.

Membandingkan Grand Bazaar Istanbul dan Tanah Abang, Benar Selevel?

Grand Bazaar di Istanbul, Turki memiliki sejarah panjang. Pasar wisata yang menjual cinderamata dan barang khas Turki ini dibangun pada tahun 1400-an, dan rampung di akhir tahun 1700-an.

Tak lengkap apabila ke Turki tanpa mengunjungi Grand Bazaar. Tercatat di pasar ini, ada 3 ribu toko, dan 250 ribu pengunjung setiap harinya. Orang Indonesia yang ke Turki pasti pernah mampir ke pasar tertutup, yang sangat luas dan penuh tokok berjejer. Masuk ke dalam pasar ini bak masuk ke labirin, yang bisa bikin tersesat.

Grand Bazaar Istanbul

Grand Bazaar Istanbul (Foto: Reuters/Murad Sezer)

Di Grand Bazaar aneka barang dijual dengan harga eceran. Mesti pintar-pintar menawar di pasar yang memiliki sejarah panjang ini. Bukan hanya melihat barang, atap pasar ini juga dihias kaligrafi indah era kekhalifahan Turki Ustmani.

Setiap tahunnya, puluhan juta orang mampir ke Grand Bazaar, untuk berbelanja, nongkrong di cafe menikmati makanan khas Turki, atau mencari tahu sejarah dengan berjalan-jalan mengelilingi pasar yang maha luas. Di Grand Bazaar, pejalan kaki adalah raja.

Grand Bazaar Istanbul (NOT COVER)

Lalu bagaimana dengan Tanah Abang?

Pasar di kawasan Jakarta Pusat ini sejak lama dikenal sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara. Pasar ini terdiri dari beberapa blok area pusat perbelanjaan. Ribuan orang setiap harinya mampir ke pasar ini. Bukan hanya orang Indonesia, dari mancanegara juga banyak yang datang.

Tanah Abang

Tanah Abang (Foto: AFP)

Dari Afrika atau juga dari negeri jiran. Mereka membeli tekstil atau pakaian yang murah meriah.

Pasar Tanah Abang, dibangun pada tahun 1700-an oleh Yustinus Vinck. Pasar ini sempat diporakporandakan pemerintah Hindia Belanda, sebelum akhirnya kembali berfungsi pada tahun 1800-an.

Pasar ini dahulu dinamakan Pasar Sabtu, karena buka hanya hari Sabtu. Namun belakangan, setiap hari pasar ini buka. Tak hanya itu saja, Pasar Tanah Abang juga punya cerita panjang, mulai dari para jago sampai kini dengan isu kemacetan.

Kondisi trotoar di Pasar Tanah Abang

Kondisi trotoar di Pasar Tanah Abang (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Di bawah Gubernur dan Wagub DKI baru, Tanah Abang kembali menjadi perhatian. Di era gubernur sebelumnya, pasar ini terus ditata, tapi ya isu macet dan PKL terus mendera.

Wagub DKI Sandiaga Uno menyampaikan, penataan Tanah Abang akan dilakukan dengan berbasis data, bukan opini. Dan Sandi menyandingkan Tanah Abang dengan Grand Bazaar.

Suasana Pasar Tanah Abang

Suasana Pasar Tanah Abang. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Setelah melihat sekelumit kisah Tanah Abang dan Grand Bazaar di Turki, kira-kira apa benar selevel?

(Baca juga: KLARIFIKASI SANDIAGA DIHUJAT SOAL PREMAN DAN PEJALAN KAKI BIKIN MACET TANAH ABANG)

 

Sumber Berita Sandi Samakan Grand Bazaar Istanbul dengan Tanah Abang, Benar Selevel? : Kumparan.com, Kumparan.com