Selat Hormuz dikunci rapat, hanya 5 negara yang bisa lewat, apakah Indonesia termasuk?
Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan kebijakan “buka-tutup” Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak paling vital di dunia.
Tetapi, akses ini diberikan secara eksklusif hanya kepada negara-negara yang dianggap sebagai sahabat Teheran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa saat ini hanya ada 5 negara yang diizinkan melintasi selat tersebut tanpa hambatan, yaitu Rusia, Pakistan, Irak, China, dan juga India.
“Banyak pemilik kapal atau negara-negara ini telah menghubungi kami dan meminta agar kami memastikan perjalanan aman mereka melalui selat tersebut,” kata Araghchi, Kamis 26 Maret 2026.
Namun menariknya, dalam daftar negara sahabat yang disebutkan Araghchi, nama Indonesia tidak tercantum sebagai penerima akses khusus.
Iran menegaskan sikap kerasnya terhadap negara-negara yang dianggap tidak tegas menolak atau bahkan mendukung aksi militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut.
Kebijakan selektif ini diprediksi akan membuat guncangan hebat pada harga minyak mentah dunia.
Mengingat Selat Hormuz adalah jalur utama distribusi energi global, hambatan bagi kapal-kapal di luar “lingkaran sahabat” Iran dapat menyebabkan kalangan pasokan secara masif.
Bagi negara-negara dalam daftar prioritas termasuk tambahan penyebutan untuk Bangladesh dalam laporan terbaru iran menjanjikan perlindungan militer penuh saat melintasi selat.
Malaysia hubungi Prabowo soal Karhutla, ini kata Menko Polkam Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan…
Cristiano Ronaldo terancam skorsing usai keluar timnas Portugal Cristiano Ronaldo terancam menghadapi hukuman disiplin setelah…
Anak panti asuhan tetap akan dapat MBG, ini kata Kepala BGN Kepala Badan Gizi Nasional…
Yosika Ayumi bongkar kehidupan di rumah Soimah usai menikah Selebgram Yosika Ayumi membagikan cerita tentang…
Asap Karhutla meluas ke Malaysia, Anwar Ibrahim kontak Prabowo Kabut asap akibat kebakaran hutan dan…
Nama Betrand Peto viral usia video dugem viral, ini katanya Beredarnya video lama yang menyeret…
This website uses cookies.