Sepak Terjang Felix Siauw Soal Tabayyun Sampai Angkat Kaki dari Bangil

Sepak Terjang Felix Siauw Soal Tabayyun Sampai Angkat Kaki dari Bangil

Sepak Terjang Felix Siauw Soal Tabayyun Sampai Angkat Kaki dari Bangil

Ngaku paling suka tabayyun, Al ngustad Felix Siauw kini terlihat mendustai sendiri omongannya. Setidaknya ini terlihat ketika ustad yang sejak mengenal islam didik HTI ini menolak keras ketika disodorkan pernyataan agar mengakui Pancasila dan tidak menyebarkan idiologi khilafah oleh masa setelah ”ndakwah”nya ditolak warga Bangil Pasuruan Jawa Timur, Sabtu (04/11/2017).

Bukannya menemui massa, Felix malah memilih angkat kaki daripada menemui massa dan tabayun. Bahkan dengan nada sombong ia berkelakar di akun Facebooknya, “Siapa mereka hingga saya harus membuktikan sesuatu dengan surat pernyataan bermaterai?” katanya, diposting Sabtu (04/11/2017) sekita pukul 15.00, setelah paginya ditolak berceramah.

Sikap Felik ini tentu sangat kontras dengan apa yang pernah disampaikan di website pribadinya felixsiauw.com. Dalam tulisannya berjudul Hizbut Tahrir Bagiku, Felix mengaku selalu bertabayyun begitu melihat tindakan yang tidak sepaham. Dia menganggap tabbayun begitu penting. Bahkan, dalam tulisan yang unggah tahun 2015 itu, dia juga mengaku, sudah banyak kelompok islam di luar HTI yang sudah ditabayyuni. Karena tabayyun itu pula dia mengaku jadi tahu, tidak salah paham, bahkan mendapat tambahan ilmu.

Kelompok Islam yang diakui pernah ditabayyuni Felix diantaranya PKS karena ada yang bilang PKS tidak benar, salafy karena dituduh menyesatkan dan mengkafirkan, Muhammadiyah karena dinilai ekstrim oleh sebagian pihak. Felix juga mengaku sudah pebertabbayyun dengan NU karena ada yang bilang NU suka tahayyul, banyak amalan bid’ah, dan menggunakan dalil-dalil lemah.

”Saya berguru sama ustadz dan kyai NU, dan saya memahami apa yang menyebabkan mereka begitu, dan ternyata banyak wawasan yang saya dapat, dalil-dalil yang mereka gunakan yang tak pernah saya ketahui, sayapun memahami mereka, kagum dengan kesederhanaan dan kepatuhan mereka,” tulis Felix.

Ini bukti screenshot tulisan Felix yang mengakui suka tabayyun:

Felix sangat percaya dan sungguh memperjuangkan khilafah di Indonesia. Dalam bukunya Khilafah Remake yang diterbitkan pada 2014 Felix boleh dibilang menggantungkan kemajuan Islam hanya dengan khilafah. Tiada lain. Gagasan Felix lantas mendapat kritik keras dari Dosen UI Ade Armando sebagaiman diposting di madinaonline.com 4 Juni 2015. Ade menilai gagasan Felix kacau dan tak begitu paham sejarah Islam.

Karena mungkin begitu percayanya dengan khilafah, Felix tidak mau tanda tangan mengakui Pancasila sebagai dasar negara waktu di Bangil. Dia memilih hengkang dari masa dari pada membubuhkan tanda tangan yang sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan. Felix menganggap penting dan mengaku suka tabayyun, tapi soal khilafah dia seolah tidak mau kompromi. Apa mungkin Felix belum  sempat bertabayyun dengan penggagas Pancasila sehingga tidak diakuinya sebagai dasar negara yang susah sesuai dengan nilai-nilai Islam?

Hanya gusti Allah dan Felix yang tahu. Felix tak menulisnya di tulisan curhatnya yang panjang dan telah disukai 1,9 ribu orang tersebut.

Dalam kasus penolakan di Felix Siauw di Bangil, keluarga PCNU Bangil sudah mengirimkan surat kepada pihak Felix untuk diadakan mediasi sebelum pengajian yang dikwatirkan memicu ketegangan itu berlangsung. Hanya saja dari pihak Felix tidak datang.

”Semalam juga sudah terjadi kesepakatan untuk menandatangani syarat tersebut tetapi si Felix ketika mau ditemui di Bandara tadi pagi tidak ada. Sudah di Bangil, disembunyikan,” kata Ketua GP Ansor Cabang Bangil kepada DutaIslam.com, Sabtu (04/11/2017)

Sudah tidak mau menemui masa dan tabayyun, Felix justru menuding bahwa masyarakat Bangil menjebak dan menghinanya.

“Bagi saya ini jelas-jelas sebuah jebakan, dan juga penghinaan. Sebab jika saya menandatangani, sama saja saya mengaku bahwa semua yang dituduhkan pada saya benar adanya,” demikian kata Felix di akun Facebooknya, tidak mengakui semua perbuatan makarnya di masa lampau.

Apa begitu orang yang suka tabayyun, seolah merasa didzolimi, terus curhat di Facebook gitu?

Sombong Tolak Tandatangan Setia Pancasila, Felix Tuduh Massa Lakukan Fitnah

Niat baik keluarga besar PCNU Bangil Pasuruan Jawa Timur untuk melakukan mediasi dengan Ngustad Felix Siauw, yang tidak disambut baik dan akademis, ternyata berbuntut tuduhan fitnah oleh aktivis HTI almarhum tersebut.

Di page Facebook andalannya, lagi-lagi Felix membela diri (playing victim), bersilat lidah kotor, ia menuduh ormas yang menolak sebagai yang melabeli diri paling toleran se-NKRI, “saya ditolak karena pentolan HTI, padahal HTI sudah dibubarkan penguasa,” katanya, dikutip Dutaislam.com, Sabtu (04/11/2017).

Ia mengklaim, bahwa semua acara dari panitia sudah clear. Katanya, sudah ada pertemuan tokoh agama, bupati, dan pejabat terkait, yang memastikan acara kajian tetap berjalan. Padahal, di lapangan, hal itu tidak terjadi. Beberapa pihak menyebut Felix sengaja didatangkan untuk membuat rusuh Pasuruan.

Ustadz Makar Felix Siauw Laknatullah

“Kami keluarga PCNU Bangil, pertama-tama, kami sudah mengirimkan surat kepada pihak Felix untuk diadakan mediasi, tetapi diundang tidak datang,” jelas Muafi Ketua Ansor Cab Bangil saat menceritakan kronologi sebelumnya kepada Dutaislam.com, Sabtu (04/11/2017) siang.

Ternyata, permintaan massa untuk membuktikan bahwa Felix tidak anti Pancasila, tidak memperjuangkan ideologi terlarang khilafah, ditolak tegas. Bahkan Felix memilih angkat kaki pada pukul sembilan pagi daripada menemui dan tabayun kepada massa. “Siapa mereka hingga saya harus membuktikan sesuatu dengan surat pernyataan bermaterai?” Kelakar Felix. Sombong kali bukan? Duh.

Massa hanya meminta supaya Felix menyatakan diri: 1) Mengakui ideologi Pancasila sebagai ideologi tunggal NKRI, 2) Tidak akan menyebarkan ideologi khilafah, 3) Menyatakan keluar dari Hizbut Tahrir Indonesia. Namun olehnya, hal itu dianggap salah. Wkwkwkw. Susah banget mengakui Pancasila yah?

“Bagi saya ini jelas-jelas sebuah jebakan, dan juga penghinaan. Sebab jika saya menandatangani, sama saja saya mengaku bahwa semua yang dituduhkan pada saya benar adanya,” demikian kata Felix tidak mengakui semua perbuatan makarnya di masa lampau. Kapan dia disate Gusti Allah yah?

Alasan-Alasan Mengapa “Ndakwah” Felix Siauw di Bangil Harus Dihentikan

Kehawatiran GP Ansor Bangil menolak kedatangan “ndakwah” Felix Siauw di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur cukup beralasan. Ustad HTI itu diduga memang “belum betaubat” dengan ideologi khilafahnya. Dugaan semakin kuat setelah dirinya tak mau menandatangani pengakuan Pancasila sebagai ideologi negara.

Pengajian di Masjid Manarul Islam Bangil, Sabtu (04/11/2017), akhirnya terpaksa dihentikan. Felix Siauw dinilai tidak memenuhi kesepakatan. Tapi dengan nada sombong dia menolak tuduhan tersebut

Perlu diketahui, penolakan Felix Siauw “ndakwah” di Masjid Manarul Islam Bangil Pasuruan itu tidak secara tiba-tiba. Mengenai kedatangan Felix Siuaw ini sudah dilaporkan GP Ansor kepada Polres Pasuruan, Rabu (31/10/2017). GP Ansor menolak kedatangan Felix Siauw mengingat yang bersangkutan merupakan ustad HTI, ormas Islam yang sudah dibubarkan pemerintah karena dinilai bertentangan dengan ideologi negara.

Laporan GP Ansor disambut baik Kapolres Pasuruan AKBP Raudiyan Korkosono. Kapolres berterima kasih kepada GP Ansor Bangil karena telah diingatkan. Pihaknya berjanji akan turun ke lokasi dan berkordinasi dengan Pemkab Bangil dan pihak-pihak terkait. Dukungan itu tak lain untuk menjaga Kantibmas di Bangil.

”Setiap pengajian tidak memerlukan izin. Namun jika berpotensi mengganggu empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UU 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI tidak akan diijinkan,” ujar Kapolres sebagaimana dikutib dari Radar Bromo, Rabu (01/11/2017.

Image result for Saat massa menghadang ustadz makar Felix Siauw di Bangil, Pasuruan, Jatim

Puluhan massa dari sejumlah badan otonom (banom) NU Bangil, menolak kehadiran ustadz Felix Siauw di masjid Manarul Gempeng

Dalam laporan tersebut, GP Anshor masih kooperatif. Felix Siauw diterima kehadirannya dengan syarat pihak kepolisian memberikan surat pernyataan. Felix harus mengakui Pancasila dan tidak membawa ide khilafah dalam ceramahnya.

Permintaan itu disepakati sebelum pengajian Felix berlangsung. Informasi yang diterima Dutaislam.com dari Ketua Ansor Cabang Bangil Muafi, PCNU Bangil telah mengirimkan surat kepada pihak Felix untuk diadakan mediasi. Namun, tamu yang diundang itu tak datang.

Pada mediasi berikutnya, kata Muafi, telah disepakati oleh PCNU dengan membolehkan pengajian Felix dengan tiga syarat. Pertama, mengakui Pancasila sebagai ideologi Negara. Kedua, Tidak menyebarkan paham Khilafah. Ketiga, Menyatakan keluar dari HTI.

Semalam sebelum pengajian berlangsung, Sabtu (04/11/2017), sudah terjadi kesepakatan untuk menandatangani syarat tersebut. Hanya saja, Felix tidak bisa ditemui di Bandara. Dia sudah sampai di Bangil dan diduga disembunyikan, alias melarikan diri.

Diapun terpaksa ditolak. Namun, hingga Felix angkat kaki dari Bangil belum juga menyatakan atau bertandatangan mengakui Pancasila dan tidak menyebarkan paham khilafah, dan keluar dari HTI.

Kalau begitu, pantaskah ustad seperti Felix masih diterima untuk berdakwah di Bangil dan di Indonesia?

Si Felix Angkat Kaki dari Bangil Pasuruan, Tak Tandatangan Akui Pancasila

Langkah Ngustad Felix Siauw untuk “ndakwah” di Masjid Manarul Islam Bangil, Pasuruan Jawa Timur terpaksa diberhentikan oleh keluarga besar PCNU di Bangil, Sabtu pagi (04/11/2017). Si Felix diminta untuk mengakui Pancasila dan tidak menyebarkan paham khilafah, tapi tidak dilakukannya.

“Kami keluarga PCNU Bangil, pertama-tama, kami sudah mengirimkan surat kepada pihak Felix untuk diadakan mediasi, tetapi diundang tidak datang,” jelas Muafi Ketua Ansor Cab Bangil saat menceritakan kronologi sebelumnya kepada Dutaislam.com, Sabtu siang (04/11/2017).

Selanjutnya, kata Muafi, pada mediasi berikutnya terjadi kesepakatan pihak PCNU membolehkan pengajian Felix dengan syarat 1. Mengakui Pancasila sebagai ideologi Negara. 2. Tidak menyebarkan paham Khilafah, 3. Menyatakan keluar dari HTI.

Saat massa menghadang ustadz makar Felix Siauw di Bangil, Pasuruan, Jatim

Dikatakan oleh Muafi, semalam juga sudah terjadi kesepakatan untuk menandatangani syarat tersebut, tetapi si Felix ketika mau ditemui di Bandara tadi pagi tidak ada. “Sudah di Bangil, disembunyikan,” jelasnya.

Eh ternyata, hingga Felix angkat kaki dari Bangil karena ditolak massa, dirinya belum menyatakan atau bertandatangan untuk mengakui pancasila, tidak menyebarkan paham khilafah, dan keluar dari HTI. Untuk itu, Muafi meminta kepada Kepolisian kalau si Felix dilarang untuk datang ke Pasuruan lagi.

Aditya Mardani selaku koordinator perwakilan dari IPNU dalam aksi penolakan orasi Felix Siauw, melihat bahwa rekam jejak Felix sering menyebarkan paham khilafah. Dirinya juga menyebut, pihak IPNU tidak dilibatkan dalam dialog di pendopo sebelum kedatangan Felix.

sudah mencidrai nama NU dengan tidak diikut sertakan dalam dialog di pendopo, dan melihat jejak rekam Felix Siauw dia adalah salah satu pentolan organisasi terlarang yakni HTI dan sering menyebarkan faham khilafah. Untuk itu kita dari pelajar sebagai penerus perjuangan para pendiri bangsa dan ulama mengecam ada penyebaran faham khilafah di Bangil ini,” jelas Aditya.

 

Sumber Berita Sepak Terjang Felix Siauw Soal Tabayyun Sampai Angkat Kaki dari Bangil : Dutaislam.com, Dutaislam.com, Dutaislam.com, Dutaislam.com