Nasional

Soal Beri Amplop ke Kiai di Madura, Luhut: Untuk Bantu Pengobatan

Soal Beri Amplop ke Kiai di Madura, Luhut: Untuk Bantu Pengobatan

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membantah tudingan melakukan money politic karena memberikan amplop ke Kiai Zubair Muntasor saat berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Madura, pada 30 Maret lalu.

Luhut mengatakan, kedatangannya itu hanya sebatas silaturahmi dan tujuan memberikan amplop untuk membantu pengobatan Kiai Zubair Muntasor yang sedang sakit. Namun, Luhut enggan menjelaskan sakit yang tengah diidap Kiai Zubair Muntasor.

“Khusus mengenai kunjungan ke Bangkalan, saya sengaja menjenguk KH Zubair Muntasor yang saya dengar memiliki masalah kesehatan. Tentu hal ini tidak patut saya ceritakan ke publik secara lebih mendetail karena privasi beliau,” jelas Luhut dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/4).

“Sebagai tamu yang dijamu dan disambut dengan hangat, saya hanya dapat membalas dengan memberi bisyaroh (tanda terima) sekedarnya untuk membantu pengobatan Beliau. Saya pun lebih dulu diberi oleh-oleh berupa batik dan batu akik. Begitulah tradisi yang kami lakukan untuk menjaga tali silaturahmi,” imbuhnya.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan Beri Amplop ke Kiai Zubair Muntasor

Luhut tak menampik adanya ajakan ke Kiai Zubair Muntasor dan para santri untuk datang ke TPS pada 17 April mendatang. “Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 15 menit, saya menitipkan pesan agar jangan sampai ada umat atau santri yang golput pada Pemilu 2019,” ungkapnya.

Meski demikian, Luhut menyesalkan adanya tudingan melakukan money politic dan jual beli suara untuk mencoblos pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi – Ma’ruf Amin. Menurutnya, tudingan itu telah merugikan sosok Kiai Zubair Muntasor.

“Saya menyesalkan adanya pihak-pihak yang mengatakan telah terjadi jual beli suara dalam pertemuan tersebut. Bagi saya, fitnah yang keji itu mencoreng kehormatan terutamanya KH Zubair Muntasor dan pondok pesantren yang diasuhnya,” jelasnya.

Menko maritim luhut binsar pandjaitan. Foto: Sumber: humas menko maritim

Luhut pun mengimbau agar para elite politik mengedepankan pikiran jernih ketimbang prasangka buruk dan kecurigaan. “Sebelum bertindak bertanyalah dan berdialoglah dengan hati nurani yang paling dalam untuk melakukan sesuatu yang terbaik.”

Pertemuan Luhut dan Kiai Zubair Muntasor terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial. Sebab dalam video itu terlihat Luhut meminta Kiai Zubair Muntasor mengajak para santri mencoblos ke TPS pada 17 April mendatang.

Ia juga sempat berbisik ke Kiai Zubair Muntasor untuk mengenakan baju putih saat mencoblos. Pada akhir perbincangan, Luhut terlihat memberikan sebuah amplop putih ke Kiai Zubair Muntasor.

Atas kejadian ini, Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) berencana melaporkan Luhut ke Bawaslu, Jumat (5/4) siang. ACTA menganggap apa yang dilakukan Luhut masuk dalam pelanggaran UU Pemilu dan money politics. Sebab, Luhut berusaha mengarahkan pemilih dengan memberikan imbalan.

“Selain dari money politics, karena maksud dan tujuan tersebut diberikan amplop yang mana itu adalah larangan, ada beberapa pelanggaran dalam UU No 7 tahun 2017. Pasal 283 ayat 2 jelas dilarang memberikan imbalan yang mengarah keberpihakan kepada paslon dengan tujuan untuk memilih, yang mana ini menguntungkan 01,” ungkap jubir ACTA, Hanfi Fajri, saat dikonfirmasi, Jumat (5/4).

 

 

Baca juga : Luhut Menilai Wajar Presiden Percaya Intelijen Strategis: Itu Logis

 

 

Sumber berita Soal Beri Amplop ke Kiai di Madura, Luhut: Untuk Bantu Pengobatan : kumparan

Mister

Recent Posts

Abu Vulkanik Krakatau Capai Jakarta, GMPK DKI Bagi Masker

Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…

8 jam ago

3 ASN Jayawijaya Tewas Korban Tembakan KKB, Berikut Profilnya

3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…

17 jam ago

BGN Hapus 1.653 Sekolah dari Penerima Makan Bergizi Gratis

BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…

19 jam ago

Rekaman Video Call Diduga Penembak 3 ASN Jayawijaya Viral

Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…

20 jam ago

Mahasiswa UIN Jakarta Desak Dugaan Korupsi Diusut Tuntas

Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…

1 hari ago

Santriwati di Sleman Diduga Jadi Korban Kiai, Kini Hamil 8 Bulan

Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…

1 hari ago

This website uses cookies.