Tanggul Jebol, Sandi: Belum Dapat Laporan, Normalisasi Sungai Terkendala Harga

Tanggul Jebol, Sandi: Belum Dapat Laporan, Normalisasi Sungai Terkendala Harga

Tanggul Jebol, Sandi: Belum Dapat Laporan, Normalisasi Sungai Terkendala Harga

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku belum mendapat laporan mengenai jebolnya tanggul Kali Pulo di wilayah Jatipadang, Jakarta Selatan. Sandi berjanji segera memberi perkembangan mengenai hal tersebut kepada wartawan.

“Kami belum dapat laporannya. Nanti seandainya ada laporannya kita akan berikan updating kepada teman-teman,” kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2017).

Meski demikian, Sandi memastikan seluruh aparat Pemprov DKI Jakarta akan siap siaga dan tanggap mengantisipasi banjir.

“Untuk memastikan kejadian-kejadian yang sebetulnya bisa diantisipasi karena climate ini atau climate change dan iklim yang sangat berfluktuasi ini bisa terantisipasi dengan baik,” ujarnya.

Tanggul Kali Pulo di RT 03 RW 06, Jatipadang, Jakarta Selatan, jebol dan menggenangi rumah warga. Ketua RW 06 Arief Syarifuddin (37) berkata nyawa seorang nenek hampir melayang akibat peristiwa ini.

Image result for Ketua RW 06 Arief Syarifuddin

Dampak tanggul Kali Pulo Jebol menggenangi rumah warga Jatipadang (lFoto: Arief/Ketua RW 06)

Arief menceritakan tanggul Kali Pulo ini jebol pada Selasa (21/11) pukul 19.00 WIB. Air langsung masuk merendam permukiman warga di RT 03.

“Itu semua warga langsung panik karena kejadiannya tiba-tiba. Ketinggian air sampai sedada orang dewasa,” katanya saat dihubungi detikcom lewat telepon siang ini. Warga sempat mengungsi ke Masjid Al-Ridwan di RW 09 dan ke rumah sejumlah rumah warga yang tidak terdampak.

Siang tadi air sudah surut setelah tim PPSU dan Dinas Sumber Daya Air turun ke lokasi. Hingga sore ini pukul 15.00 WIB, petugas masih melakukan penanganan.

Sandi Sebut Normalisasi Sungai Terkendala Harga Tanah yang Tinggi

Wilayah Jatipadang, Jakarta Selatan, kerap kebanjiran gara-gara Kali Pulo meluap seusai hujan deras. Pemprov DKI pun didesak segera menormalisasi kali yang sudah mengalami penyempitan dan pendangkalan itu.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengungkapkan ada kendala-kendala dalam upaya menormalisasi Kali Pulo dan sungai lainnya di Jakarta. Salah satunya pembebasan lahan yang terhambat harga tanah yang tinggi.

“Di beberapa wilayah itu sangat tidak mungkin dibebaskan karena harga tanahnya itu sangat-sangat tinggi,” kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2017).

Sandi Sebut Normalisasi Sungai Terkendala Harga Tanah yang Tinggi

Wagub DKI Sandiaga Uno (Mochamad Zhacky Kusumo/detikcom)

Saat ini, lanjut Sandi, Pemprov DKI tengah mencoba berupaya merangkul para pemilik tanah. Ia ingin masyarakat ikut membantu program-program pemerintah terkait pengelolaan air di Jakarta.

“Kami lagi mencoba intervensi-intervensi yang kita harapkan bisa merangkul para pemilik tanah tersebut,” ujarnya.

Menurut Sandi, solusi yang tepat agar warga mau pindah dari lokasi sekitar sungai adalah menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga-warga yang tinggal di sekitar sungai. Dengan memiliki pekerjaan, lanjut Sandi, penghasilan warga juga akan meningkat.

“Begitu penghasilan mereka meningkat, mereka pasti akan memiliki kesempatan untuk pindah ke rumah dengan DP Rp 0. Jadi itu ekosistem yang akan kita coba create,” ujarnya.

 

(Baca juga: SANDIAGA UNO SINDIR AHOK MAU JADI SUPERMAN, DAN BAWA JAKARTA MUNDUR KEBELAKANG)

 

Sumber Berita Tanggul Jebol, Sandi: Belum Dapat Laporan, Normalisasi Sungai Terkendala Harga : Detik.com, Detik.com