Video Permadi Gugat Jokowi Hanya Karena Mengucapkan Kalimat Ini
PERMADI MENGGUGAT JOKOWI
Hanya karena Presiden Jokowi menyatakan :
Saya Indonesia
Saya Pancasila
Dukun Permadi langsung menyalahkan Jokowi dengan berbagai sudut pandangnya. Boleh saja berargumentasi begitu, karena itu hanya tafsiran pribadi saja.
Karena orang lain juga bisa menafsirkan dengan paparan yang berbeda, ini hanya masalah sudut pandang saja, jadi untuk apa Permadi meributkannya?
Saya Indonesia bisa juga kok diartikan “Saya lahir di Indonesia, Saya Cinta Indonesia, Saya Orang Indonesia”
Bukan seperti maksudnya Permadi “Saya Negara Indonesia” ini kan terawangan ala dukun politik saja. Mana ada orang menangkap perkataan “Saya Indonesia” langsung dianggapnya “Kamu negara”, bisa diperiksakan kembali kejiwaannya tuh.
Mengatakan “Saya Pancasila” mengandung makna “Saya Menjalankan Idiologi Pancasila”, bukan seperti tafsiran ala Dukun Permadi yang bla bla bla tapi isinya PEPESAN KOSONG ala politikus frustrasi itu.
Sudahlah Mbah Permadi, elu sudah tua bangka, tidak perlu mencari masalah baru yang tidak perlu. Pensiun saja berkomentar yang negatip, ngomonglah yang penuh optimisme untuk publik, dimana jiwa Soekarnoismu?
Berikut ini adalah tanyangan video PERMADI MENGGUGAT Presiden ‘Jokowi’ Hanya karena Menyatakan Saya Indonesia Saya Pancasila
Sumber Berita Video Permadi Gugat Jokowi Hanya Karena Mengucapkan Kalimat Ini : Akun Facebook Katakita
Dituduh netizen gunakan APBD untuk Umrah, Om Zein klarifikasi Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau…
Eks Bupati Gowa Sitti Husniah ditahan terkait dugaan korupsi Mantan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang,…
Viral, Orang Tua Diduga Bersikap Kasar kepada Dua Balita di Lift Video dari kamera pengawas…
Tombol SOS tak sengaja tertekan, penumpang langsung panik Penumpang Commuter Line mendadak bunyi alarm setelah…
Minta uang beli narkoba, pemuda ini diduga aniaya ibu kandung Laporan warga mengenai dugaan kekerasan…
Kabar duka, mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal Kabar meninggalnya mantan Panglima Tentara Nasional…
This website uses cookies.