Viral di media sosial minuman susu MBG diduga impor dari negara China
Heboh di media sosial, menu makan bergizi gratis (MBG) berupa “minuman rasa susu” membuat ramai diperbincangan netizen.
Produk tersebut diduga berasal dari negara China setelah kemasannya menunjukkan keterangan produksi di Jihan Cirt, Shandong, China.
Postingan itu langsung membuat beragam reaksi dari netizen. Ada beberapa netizen yang mempertanyakan asal produk hingga kandungan minuman tersebut.
“Sedih dok susunya ini, dari China pula, Allahuakbar,” ketik salah satu netizen di platform X, hari Rabu 31 Desember 2025.
Kemudian Wakil Kelapa Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa penggunaan produk impor dalam program MBG tidak diperbolehkan.
“Tidak boleh sedikitpun bahan pangan MBG berasal dari impor. BGN tidak pernah memberikan izin penggunaan susu atau produk impor apa pun,” kata Nanik Sudaryati Deyang, Rabu 31 Desember 2025.
Lanjut, Nanik Sudaryati Deyang menyebut aturan itu bersifat mutlak dan mengikat seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah.
Jika terbukti ada pelanggaran, maka BGN memastikan akan memberikan sanksi tegas.
“Kalau terbukti digunakan, akan kami tindak keras, termasuk sanksi hingga penghentian sementara atau suspend,” tegasnya.
Tak hanya itu, BGN juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan program MBG.
Laporan dugaan penggunaan produk impor dapat disampaikan melalui call center BGN di nomor 127.
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.