Viral Soal Dokter Wong Cilik: Saya Tidak Didanai Parpol atau Agama Tertentu

Viral Soal Dokter Wong Cilik: Saya Tidak Didanai Parpol atau Agama Tertentu

Viral Soal Dokter Wong Cilik: Saya Tidak Didanai Parpol atau Agama Tertentu

Selain perkara kesehatan, memeriksa pasien dan memberi obat, dr Wijaya nyatanya juga tergerak untuk berbagi pakaian bekas kepada para pasiennya.

“Saya melihat orang yang berobat banyak yang pakaiannya compang-camping. Dari situ saya tergerak, akhirnya dari rumah bawa pakaian-pakaian bekas. Kan ada di depan tuh, itu satu pasien silakan ambil satu,” kata dr Wijaya, Kamis (30/11)

Image result for klinik wong cilik

Dari apa yang dilakukannya, masyarakat pun mulai terpantik untuk membantunya. Beberapa ada yang membawa makanan, sepatu bekas, mainan, hingga buku-buku pelajaran. Semuanya dilakukan atas nama kemanusiaan.

Tidak hanya itu, beberapa fasilitas dan properti klinik, sebagian kian didapat dari sumbangan banyak orang. Menariknya, kata dr Wijaya, ada banyak orang dengan latar belakang agama yang berbeda yang mau membantunya.

Dari setiap orang yang mendukung aksinya itu, paparnya, tak boleh ada satupun yang meyebut identitas. Tidak boleh sebut nama. Apalagi kalau dukungan itu disertai embel-embel politik tertentu.

‘’Kalau mau dukung jangan sebut nama, murni dukung, sebut nama tidak usah,” tegasnya

Praktik dr. Wijaya
Praktik dr. Wijaya (Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan)

Dalam menjalankan roda klinik, hal paling berat yang ia rasakan selama tiga tahun terakhir adalah soal mensubsidi obat-obatan. Sumbangan yang ia buka seringkali tidak mampu menutupi biaya operasional kesehatan.

Pada bulan Oktober lalu misalnya, kata dia, pengeluaran pribadi yang ia gelontorkan supaya klinik tetap berdiri sebesar Rp10 Juta. Bagi sebagian orang, nominal sebanyak itu mungkin merupakan sebuah kerugian.

Namun, baginya, nominal yang ia keluarkan jauh lebih baik, dibandingkan dengan harus menuruti pihak yang berniat membantu dengan syarat-syarat tertentu.

“Lebih baik pribadi, lebih baik saya keluarkan duit banyak, saya bebas. Independen,” tegasnya lagi

Niat tulus, serta adanya pelayanan kesehatan yang baik, membuat namanya terkenal di tengah masyarakat.

Praktik dr. Wijaya
Praktik dr. Wijaya (Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan)

Rofiah, salah seorang pasien yang ditemui kumparan di klinik tersebut, mengaku baru pertama kali datang untuk berobat. Ia membawa serta anak perempuan dan cucunya.

Anak perempuannya mengalami flek paru-paru. Berkat rekomendasi dari rekan-rekan lain, dia membawa anaknya ke dr Wijaya.

“Kata teman-teman kalau berobat ke dr Wijaya saja, lebih tokcer,” ujarnya

Untuk membantu orang-orang seperti Rofiah, tentu dr Wijaya perlu memutar otak lebih keras.

Untuk itu, dirinya mengaku membuka praktik di tempat lain. Tujuannya jelas, menutupi biaya yang ada pada klinik tersebut.

Praktik dr. Wijaya
Praktik dr. Wijaya (Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan)

Dokter Wong Cilik: Saya Tidak Didanai Parpol atau Agama Tertentu

Klinik kesehatan yang didedikasikan oleh dr Wijaya bagi orang tak mampu, nyatanya tak selalu diapresiasi oleh masyarakat. Ketenarannya di media sosial justru menyisakan kekecewaan tersendiri.

Dokter dengan empat anak ini, menyayangkan masih adanya beberapa pihak yang berpikiran negatif atas praktiknya. Adanya tuduhan-tuduhan tak berdasar kerap diterima olehnya.

Dalam wawancara khusus bersama kumparan di kliniknya, Jalan D.I Panjaitan No.76, Kabupaten Indramayu, Kamis (30/11), dr Wijaya banyak bercerita tentang tuduhan-tuduhan itu. Begini petikan wawancaranya:

Image result for klinik wong cilik
Kisah Dokter Wong Cilik dari Indramayu yang Tak Mau Diviralkan

Saat ini nama dokter yang kian viral di media sosial, bagaimana tanggapannya?

dr Wijaya: Kita memikirkan pasien yang tidak punya uang agar berobat di sini, itu maksudnya. Kok jadi viral, ya ada masalah-masalah yang tidak perlu diungkapkan. Intinya saya tidak mau diviralkan terkenal, tersohor, terpublikasi, tidak ingin seperti itu.

Bagaimana respons masyarakat terhadap praktik klinik yang dokter lakukan?

dr Wijaya: Awalnya saya tergerak bawa pakaian-pakaian bekas untuk pasien yang membutuhkan. Akhirnya, ada seorang, dua orang ikut mendukung. Terus ada makanan, ada mainan juga, mainan bekas, sepatu bekas, sabuk bekas. Bagi yang membutuhkan itu seperti hadiah, senangnya setengah mati.

Image result for klinik wong cilik

Ada kabar miring, praktik yang dokter lakukan didanai oleh kepentingan tertentu, apa benar?

dr Wijaya: Kalau ada berita miring, wah ini didukung parpol tertentu, saya pastikan bohong, tidak ada. Wah ini didukung agama tertentu, bohong tidak ada. Wah ini didukung dari Vatikan, bohong tidak ada. Kenal juga tidak.

Apalagi dalam rangka pilgub, caleg, tidak ada. Jika mereka mau dukung silakan, jangan sebut nama, saya tidak mau.

Image result for klinik wong cilik
Tempat praktik dr Wijaya (Foto: Nugraha Permana/kumparan)

Soal biaya operasional klinik selama 3 tahun terakhir, bagaimana dokter memahami kerugian yang telah dikeluarkan?

dr Wijaya: Ini kan bukan dagang. Kalau dagang duniawi itu siapa yang mau, iya kan? Tapi orang itu hidup bukan di dunia saja. Ada lanjutannya. Kalau bicara begini, orangnya harus percaya ada kehidupan berikutnya, baru dokter bisa bicara. Kalau orangnya tidak percaya ada kehidupan lebih lanjut, tidak bisa dibicarakan.

Apa yang dokter lakukan itu telah menginspirasi banyak orang, apa harapan dan rencana ke depan?

dr Wijaya: Saya berharap timbul orang lain yang mau seperti saya. Karena saya juga selain di sini, punya cita-cita lain, ingin mendirikan klinik seperti ini di daerah yang lebih miskin. Ya namanya saja cita-cita. Kalau sama sekali tidak ada yang dukung berat, tapi kita jalani saja.

 

 

Sumber Berita Viral Soal Dokter Wong Cilik: Saya Tidak Didanai Parpol atau Agama Tertentu : Kumparan.com, Kumparan.com