Nasional

Wahid Foundation Inisiasi Kampung Damai di Klaten

Wahid Foundation Inisiasi Kampung Damai di Klaten

Wahid Foundation menginiasi pembentukan kampung damai di kabupaten Klaten. Hal ini terlaksana atas kerjasama Wahid Foundation dengan UN Women melalui program Women Participation for Inclusive Society (WISE). Selain di Klaten, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Malang, Jawa timur dan Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang dihelat dalam format FGD di New Merapi Resto Klaten ini mengangkat tema “Membangun Kapasitas dan Kesepemahaman Tokoh-Tokoh Kunci Dalam Pembentukan Kampung Damai Wahid Foundation”.

Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid

Inisiasi pembentukan kampung damai dimaksudkan untuk mendorong peran perempuan dalam kegiatan social ekonomi yang inklusif.  Karenanya, kampung damai yang akan berdiri nantinya diharapkan menjadi tempat awal untuk persemaian toleransi, anti kekerasan, dan kuat, bukan saja dari sisi ideology, tetapi juga dari sisi ekonomi. Pada sesi pertama ini, Wahid Foundation memberikan prioritas pada tiga desa, yakni; Nglinggi, Jetis dan Gemblengan.

Lahirnya program ini dilatari oleh keprihatinan munculnya aksi dan kelompok intoleransi yang kerap kali berujung pada tindak kekerasan. Terlebih, belakangan ini ada banyak perempuan yang mulai terlibat dalam aksi-aksi kekerasan yang kerap diatasnamakan agama.

Inisiasi pembentukan kampong damai, karenanya, dimaksudkan untuk menjadi antithesis atas fenomena kekerasan di atas. Bangsa Indonesia besar bukan karena kekerasan, tetapi lantaran penghormatan dan perayaan atas keberagaman.

Wahid Foundation merilis peluncuran Hasil Survey Nasional dan Halaqah Ulama serta Tokoh Muda Islam Indonesia dengan tema Penguatan Toleransi dan Gerakan Merespon Ekstremism

Bagi Wahid Foundation, perempuan memiliki peranan yang sangat penting dalam menyebarkan perdamaian dan mencegah pecahnya kekerasan, sebab perempuan sangat dekat dengan lingkungan, khususnya terhadap anak-anak. Program yang ditujukan untuk 600-800 perempuan di Klaten dan Solo raya (khusus provinsi Jawa Tengah) ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen perdamaian yang kuat baik secara ideologi maupun ekonomi.

Untuk mewujudkan hal itu, Wahid Foundation akan melakukan berbagai pendampingan dan pelatihan penguatan ekonomi, termasuk mendirikan koperasi cinta damai.

Wahid Foundation merilis peluncuran Hasil Survey Nasional dan Halaqah Ulama serta Tokoh Muda Islam Indonesia dengan tema Penguatan Toleransi dan Gerakan Merespon Ekstremism

Menurut koordinator wilayah program untuk Provinsi Jawa tengah, Nurul Muna, peran perempuan di bidang ekonomi juga masih mendapat tantangan.

“Salah satu persoalan yang dihadapi adalah masih rendahnya kesadaran perempuan untuk berwirausaha.” terangnya, Kamis, (07/09/2017).

Kegiatan yang baru pertama kali ini dilakukan mendapat sambutan yang sangat bagus, terutama karena Klaten telah dikenal sebagai kabupaten yang memiliki toleransi sangat baik.

 

Sumber Berita Wahid Foundation Inisiasi Kampung Damai di Klaten : Dutaislam.com

Mister

Recent Posts

Irfan Hakim Menangis, Minta Raffi Fokus Hiburan dan Bisnis Saja

Irfan Hakim menangis, minta Raffi fokus hiburan dan bisnis saja Dalam sebuah sesi percakapan yang…

4 jam ago

DPR Resmi Bentuk Panja, Kasus Eks Jampidsus Diawasi Ketat

DPR resmi bentuk Panja, kasus eks Jampidsus diawasi ketat Komisi III DPR RI resmi membentuk…

4 jam ago

Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman ungkap ada bunker lain

Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman ungkap ada bunker lain Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengaku…

4 jam ago

Kasus Korupsi dan TPPU, Febrie Adriansyah resmi jadi Tersangka

Kasus korupsi di TPPU, Febrie Adriansyah resmi jadi tersangka Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor)…

5 jam ago

Febrie Adriansyah Mundur, Habiburokhman akan Bentuk Timwas

Febrie Adriansyah mundur, Habiburokhman akan bentuk Timwas Ketua Komisi III DRPR RI Habiburokhman menyatakan pihaknya…

8 jam ago

Aksi Lucu Amanda Manopo Saat Mengganti Popok Baby Zac

Aksi lucu Amanda Manopo saat mengganti Popok Baby Zac Artis Amanda Manopo kembali ramai setelah…

1 hari ago

This website uses cookies.