Warga Keberatan, Anies Bakal Relokasi Warga Jati Padang Akhir Musim Hujan

Warga Keberatan, Anies Bakal Relokasi Warga Jati Padang Akhir Musim Hujan

Tunggu Musim Hujan Berakhir, Anies Bakal Relokasi Warga Jati Padang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, tidak ada pilihan lain selain melebarkan sungai Kali Pulo di kawasan Jati Padang untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi akibat jebolnya tanggul Jati Padang. Rencananya, pelebaran sungai dilakukan setelah musim hujan selesai.

Kata Anies, pelebaran sungai setelah musim hujan dilakukan karena saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih fokus mengamankan warga dari terjangan banjir di sisa musim hujan yang masih berlangsung.

“Langkah yang dilakukan adalah pembangunan tanggul sementara hingga bebas banjir,” kata Anies di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (21/12).

Anies mengaku belum mengetahui luas lahan yang dibutuhkan untuk pelebaran sungai Kali Pulo.

Sesuai perencanaan kota, standar trase sungai adalah 20 meter, tetapi pelebaran sungai Kali Pulo akan sangat bergantung pada kebutuhan dan situasi.

Pelebaran Sungai di Jati Padang Tunggu Musim Hujan Berakhir

Suasana di sekitar tangguk Jati Padang, Jakarta Selatan. Pemprov DKI saat ini fokus membangun tanggul sementara agar warga terhindar dari banjir. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)

“Jadi yang penting adalah airnya bisa dialirkan baik,” ujar Anies.

Pelebaran sungai Kali Pulo menyusul jebolnya tanggul Jati Padang akan berimbas pada penataan rumah warga di sekitarnya. Anies belum bisa mendetailkan proyek pelebaran sungai tersebut. Begitupula mengenai nasib warga yang rumahnya terkenda dampak pelebaran.

Di sisi lain, Anies mengklaim warga sudah sepakat dengan pelebaran sungai. Warga Jati Padang juga disebut akan diminta terlibat membahas sekaligus merencanakan dan menyusun pelebaran sungai Kali Pulo.

“Warga semua yang tinggal di tepian situ rata-rata sudah menyadari bahwa tidak ada pilihan lain selain melebarkan sungai, mengembalikan lagi hak tata sungai,” katanya.

Sementara itu, terkait di wilayah RT 14, Jati Padang yang jebol tadi malam, Anies menyebut hal itu disebabkan oleh kuatnya aliran sungai.

Faktor lain adalah air yang tidak tertampung akibat penyempitan sungai.

“Langkah yang dilakukan adalah pembangunan tanggul sementara hingga bebas banjir,” kata Anies.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta akan membongkar jembatan di wilayah tersebut karena terlalu rendah sehingga menutup aliran air.

Warga Keberatan

Warga RW 06 Kelurahan Jati Padang, Jakarta Selatan, menyetujui rencana normalisasi sungai Kali Pulo yang digagas Pemprov DKI Jakarta pimpinan Gubernur Anies Baswedan. Namun mereka mengaku keberatan andai harus direlokasi dari tempat tinggal mereka saat ini.

Ketua RW 06 Jatipadang Arief Syamsuddin mengatakan, warga sudah melakukan pembicaraan soal hal tersebut. Dalam pembicaraan tersebut, kata Arief, warga pun berharap normalisasi hanya sampai lima meter, tidak 20 meter seperti yang ada dalam regulasi normalisasi sungai.

“Kalau menurut aturan yang ada, normalisasi memang harus 20 meter. Cuma warga minta 5 meter saja. Jadi misalnya sekarang sungai [sekarang lebarnya] ada 3 meter, tinggal ditambah di kiri dan kanan [sepanjang masing-masing] satu meter,” ungkapnya kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi Selasa (19/12) malam.

Warga Jati Padang Minta Normalisasi Sungai Hanya Lima Meter

Ketua RW 06 Jati Padang mengaku warga berharap normalisasi sungai hanya lima meter bukan hingga 20 meter sesuai regulasi. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)

Jika pemprov DKI tetap memaksakan normalisasi sungai selebar 20 meter, artinya warga akan diminta pindah meninggalkan tempat tinggal mereka saat ini. Meskipun begitu, Arief mengatakan warga pada dasarnya tak keberatan relokasi asal ada kompensasi yang jelas dari Pemprov DKI.

Arief mengatakan, warga di daerah tersebut sudah bosan dengan banjir yang selalu datang kala musim penghujan. Itulah yang kemudian, sambungnya, yang membuat warga menyambut gagasan normalisasi kali.

“Kemarin juga pak Gubernur tanya ke beberapa warga, ‘Bu mau enggak rumahnya dinormailisasi tapi ibu keambil tananhya?’ Warga [jawab] mau, tapi belum sesuai sama jumlah ganti ruginya,” kata Arief.

Arief mengatakan, pekan depan rencananya akan kembali mengumpulkan warga dan kembali membicarakan, apakah akan menerima relokasi atau meminta negosiasi normalisasi hanya sepanjang 5 meter seperti keputusan pekan lalu.

Setelah ada hasil, ia lalu akan memberitahukan hal tersebut kepada pemerintah. Arief juga mengatakan, saat berkunjung beberapa waktu lalu, Gubernur Anies Baswedan berpesan akan membahas hal ini terlebih dulu dengan dinas terkait.

“Pak Gubernur pernah ngomong akan ketemu dinas-dinas terkait dulu. Lalu baru ketemu dengan warga. Beliau akan mengutamakan komunikasi dulu,” kata Arief.

Pada awal pekan ini, kawasan di RT 03/ RW 06 itu tergenang akibat tanggul yang kembali jebol saat hujan deras melanda.

Akibat tanggul jebol, sebanyak 23 kepala keluarga di RT 03 RW 06, Jati Padang, Jakarta Selatan diungsikan. Sebanyak 50 rumah terendam banjir.

Sewaktu kampanye:

TEMAN2..VIRALKAN VIDEO INI !!KALAU YANG INI WAJAH ANIES YANG FITNAH PAK AHOK – MAU GUSUR 300 TEMPAT- DAFTARNYA UDAH ADA- SENGSARAKAN ORANG MISKINKELIHATAN JELAS, MUNAFIK MENGEJAR KEKUASAAN DENGAN FITNAH CALON LAIN. MENAKUT NAKUTI WARGA. MANA DATAMU 300 TEMPAT MAU DIGUSUR Anies Baswedan , DASAR PENIPU, LICIK !!

Publiée par Hendra Iriawan sur Mardi 19 décembre 2017

 

(Baca juga: SAAT KAMPANYE ANIES MENENTANG PENGGUSURAN, JADI GUBERNUR LAIN LAGI)

(Baca juga: ANIES AKAN BONGKAR PEMUKIMAN WARGA, ADE ARMANDO INGAT KAMPANYE PILKADA DKI)

 

Sumber Berita Warga Keberatan, Anies Bakal Relokasi Warga Jati Padang Akhir Musim Hujan : Cnnindonesia.com, Cnnindonesia.com