Penyanyi Nicki Minaj dihujat setelah beri dukungan untuk Donald Trump
Penyanyi asal Amerika Serikat, Nicki Minaj, ramai dihujat setelah memosting ulang video dari akun resmi di TikTok yang berisi dukungan terhadap Presiden Donald Trump.
Dalam video tersebut, terlihat foto Donald Trump dengan tulisan “2025 will be my year!” diiringi lagu Minaj berjudul Va Va Voom.
Tayangan tersebut kemudian menampilkan klaim keberhasilan pemerintah Trump, seperti penutupan perbatasan, deportasi imigrasi kriminal, harga bahan bakar murah, kota yang lebih aman, hingga janji menjaga perdamaian dunia.
Banyak netizen menilai sikapnya bertolak belakang dengan latar belakang dirinya sebagai imigran asal Trinidad dan pendukung komunitas kulit berwarna serta queer.
Ada seorang pengguna X (Twitter) menulis, “Nicki Minaj, seorang imigran tak berdokumen dengan basis penggemar kulit berwarna dan queer, justru menyebarkan propaganda bernuansa xenofobia dan transfobia. Sungguh memalukan.”
Komentar lainnya menyindir, “Bagaimana bisa seorang imigran mendukung sosok seperti Trump? Aneh sekali.”
Ada juga yang menambahkan dengan nada sarkastik, “Nicki Minaj jadi transfobik bukan sesuatu yang aku duga di 2025, tapi juga tidak mengejutkan.”
Sebelumnya, Minaj sempat memuji Trump setelah Gedung Putih memakai lagunya Beez in the Trap dalam video montase presiden dan ibu negara.
Kemudian pada 3 November 2025, Minaj menulis di platform X, “Presiden dan ibu Negara Amerika Serikat.”
Ia juga sempat menyampaikan dukungan atas keputusan Trump menandai Nigerai sebagai “Negara dengan Kekhawatiran Khusus,” dengan alasan melindungi umat Kristen, meskipun klaim itu diragukan kebenarannya.

