Lagi dan Lagi Prajurit Jadi Korban Kebiadaban Israel di Lebanon, RI Sebut ini Kejahatan Perang

Lagi dan Lagi Prajurit Jadi Korban Kebiadaban Israel di Lebanon, RI Sebut ini Kejahatan Perang

Lagi dan lagi prajurit jadi korban kebiadaban Israel di Lebanon, RI sebut ini kejahatan perang

Stelah Praka Rico Pramudia, prajurit TNI AD yang bertugas di Lebanon Selatan bersama UNIFIL, dinyatakan gugur.

Rico mengembuskan napas terakhirnya setelah menjadi perawat intensif selama beberapa pekan di Rumah Sakit St. George, Beirut, akibat luka berat yang dialaminya saat bertugas.

Kementerian Pertahanan secara resmi menyampaikan belasungkawa melalui akun media sosialnya.

“Gugurnya Praka Rico Pramudia dalam pelaksanaan misi perdamaian dunia bersama UNIFIL di Lebanon Selatan menjadi duka yang mendalam. Almarhum wafat setelah menjalani perawatan akibat luka yang dialami dalam penugasan,” ungkap Kemenhan RI, Jumat 24 April 2026.

Lanjut, Praka Rico merupakan salah satu korban serangan artileri tank Israel di dekat Kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.

Dalam kejadian yang sama juga, prajurit TNI lainnya, Praka Farizal Romadhon, telah lebih dulu gugur akibat hantaman langsung di lokasi.

Sejak kejadian itu, pemerintah melalui koordinasi ketat dengan UNIFIL dan tim medis di Beirut telah mengupayakan penanganan medis optimal, namun nyata almarhum tetap tidak terselamatkan.

Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan yang menargetkan personel pemelihara perdamaian dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius hukum internasional yang dapat diketagorikan sebagai kejahatan perang.

Indonesia mendesas PBB untuk melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan pertanggungjawaban atas kejadian berdarah itu.

Saat ini pemerintah terus berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah Praka Rico Pramadia ke tanah air dilakukan sesegera mungkin.

Baca juga: Wamendagri tegaskan KTP hilang tidak lagi gratis agar masyarakat sadar diri