Dirut Garuda dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana dengan membawa sejumlah dokumen
Presiden RI Prabowo Subainto memanggil Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan dan menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin 4 Mei 2026.
Beliau tiba di Istana pukul 13.00 WIB, sementara Brian menyusul masuk ke area dalam istana sekitar pukul 14.00 WIB dengan membawa sejumlah dokumen.
Glenny menyatakan belum siap menjelaskan laporan yang disiapkan untuk Presiden, sementara Brian meminta wartawan untuk bersabar.
“Belum tahu agenda rapat) nanti habis dari dalam saja ya,” katanya.
Pemanggilan Glenny ke istana diduga kuat berkaitan dengan instruksi Presiden RI yang belum tuntas ditindaklanjuti.
Dalam Rapat kerja Pemerintah dihadiri 800 pejabat negara termasuk jajaran direksi BUMN pada Rabu 8 April 2026, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Garuda Indonesia menjajaki kerja sama pembentukan perusahaan patungan bersama maskapai nasional Arab Saudi, Saudia Airlines.
Gagasan itu lahir dari keprihatinan Presiden atas ketidakefisienan yang selama ini dalam penerbangan haji di mana pesawat Garuda berangkat penuh membawa jamaah ke Tanah Suci, namun kembali ke Indonesia dalam keadaan kosong.
Hal ini yang sama juga berlaku pada pesawat Saudi saat mengantar jamaah haji pulang ke Indonesia.
“Jadi, selama ini pesawat Garuda berangkat bawa haji ke tanah suci, pulangnya kosong. Ini kan tidak ekonomis, tidak masuk akal. Arab Saudi juga demikian.” kata Prabowo.
“Saya mengatakan, kenapa enggak kerja sama? Bikin satu anak perusahaan, 50 persen Arab Saudi, 50 persen Indonesia,” tambah Prabowo.

