Hotman bela eks Jampidsus berujung cancel culture warganet
Hotman Paris lagi menjadi perbincangan setelah memilih memberikan pembelaan hukum kepada mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Eks Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Keputusan tersebut banyak beragam tanggapan dari masyarakat hingga memunculkan gelombang kritik di media sosial.
Sejumlah pengguna TikTok, Instagram, hingga X menyuarakan kekecewaan mereka, bahkan muncul seruan untuk berhenti mengikuti akun media sosial Hotman Paris sebagai bentuk protes.
Kritik sama bahkan datang dari keluarganya sendiri, di mana putra sulung Hotman, Frank Alexander, secara terbuka menyatakan kekecewaan lewat media sosial dan meminta akun Hotman 911 Official ditutup.
Di sisi lain, tak sedikit pula netizen yang memberikan pembelaan.
Mereka menilai langkah Hotman merupakan bagian dari tugas seorang advokat yang berkewajiban memberikan pendampingan hukum kepada setiap klien tanpa membedakan latar belakang maupun perkara yang dihadapi.
Menanggapi gelombang kritik itu, Hotman menegaskan keputusannya membela Febrie Adriansyah bukan didasarkan pada honor.
Ia bahkan menyatakan siap kehilangan popularitas akibat langkah tersebut.
“Jangan tanya saya cari muka, saya tidak butuh uang lagi. Dan semua klien saya konglomerat, tanya semuanya,” tegas Hotman, Jumat 17 Juli 2026.
Ia juga menyebut pertimbangan utamanya adalah rekan jejak Febrie Adriansyah dalam pemulihan kerugian negara.
Yang menurutnya mencapai total Rp430 triliun dari penanganan berbagai perkara dan Satuan Tugas Penerbitan Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Hotman juja mempernyatakan proses penetapan tersangka terhadap kliennya yang dinilainya berlangsung tanpa lebih dulu memanggil atau memeriksa Febrie.

