Demo 27 Agustus 2026 di Jakarta, Massa bawa beragam tuntutan
Aksi penyampaian pendapat di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026, berlangsung di sejumlah lokasi.
Kepolisian memetakan tiga titik utama yang menjadi pusat kegiatan massa, yaitu Gedung DPR/MPR RI, Silang Selatan Monas atau kawasan seberang Gedung Danareksa, serta Taman Pandang Silang Monas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penggalian dilakukan karena terdapat 62 agenda penyampaian pendapat yang diselenggarakan berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada hari tersebut.
Aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, bersama sejumlah rekannya mendapat kesempatan masuk ke Kompleks Parlemen.
Mereka kemudian menuju ruang Sidang Paripurna di Nusantara II.
Supriyono terlihat mengenakan kaus dan topi berwarna hitam serta celana jeans. Ia memasuki ruang sidang sekitar pukul 10.10 WIB.
Ketegangan sempat terjadi di sekitar Gedung DPR/MPR, sejumlah massa terlihat meminta polisi dan kendaraan patroli menjauh dari pintu keluar tol yang
Situasi bermula ketika sebagian massa meminta kendaraan logistik diperbolehkan masuk.
Mereka kemudian terlibat adu argumen dengan petugas yang berjaga.
Kondisi sempat memanas, namun sejumlah massa lainnya berusaha menenangkan situasi.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco menyatakan berkomitmen menyelesaikan RUU Perampasan Aset sesuai target.
Dasco bahkan menyatakan kesediaannya untuk merendahkan diri bersama pimpinan DPR lainnya apabila target tersebut tidak tercapai.
Baca juga: Prabowo sengaja tak datang awal ke NTT, ini alasan di baliknya
Setelah pertemuan, kedua pihak menandatangani surat perjanjian sebagai bentuk komitmen.
Anggota DPR Andre Rosiade, Ahmad Heryawan, dan Rieke Diah Pitaloka ikut berdiskusi di depan Gedung DPR. Mereka bahkan naik ke atas komando mobil untuk menyampaikan sikap DPR secara langsung.
Andre mengatakan pimpinan DPR telah membuka ruang bagi perwakilan AMPB untuk memberikan masukan dalam pembahasan RUU Perampasan A
Pimpinan DPR juga telah menerima aspirasi massa dan menandatangani komitmen mengenai penyelesaian RUU tersebut.
Setelah massa AMPB membubarkan diri, rombongan mahasiswa dari sejumlah kampus mulai berdatangan ke kawasan Gedung DPR/MPR. Mereka bergerak dari
Situasi kemudian berkembang semakin tegang. Sejumlah bagian pagar di gerbang utama Gedung DPR/MPR terlihat dirusak oleh massa yang berusaha membuka akses menuju area gedung.
Coretan bernada kritik terhadap pemerintah juga muncul di sejumlah tembok sekitar lokasi.
Spanduk yang memuat tuntutan peserta aksi juga terpasang di pagar kompleks parlemen.

