Syekh Ibrahim Al-Madani tutup Usia, jadi Muadzin Masjidil Haram
Kabar duka datang dari Tanah Suci setelah Syekh Ibrahim bin Adel Hamza Al-Madani, salah satu muadzin Masjidil Haram, dikabarkan meninggal dunia pada Senin, 21 September 2026.
Informasi tersebut pertama kali disampaikan melalui akun media sosial Inside the Haramain dan kemudian menjadi perhatian sejumlah media.
Nama Syekh Ibrahim dikenal luas melalui lantunan azan yang khas. Suaranya terutama dikenang ketika mengumandangkan azan Subuh dari Masjidil Haram.
Selain menjadi muadzin, ia juga dipercaya menjalankan tugas tabligh dengan meneruskan takbir imam dari bagian Mukabbariyah agar dapat terdengar oleh jamaah.
Syekh Ibrahim merupakan bagian dari 24 muadzin utama Masjidil Haram. Mereka bertugas secara bergantian untuk mengumandangkan azan lima waktu, termasuk azan pertama sebelum shalat Subuh.
Perjalanan Syekh Ibrahim dalam dunia azan ternyata sudah dimulai sejak usia remaja.
Ketika berumur 15 tahun, ia mulai mengumandangkan azan di masjid dekat rumahnya di Madinah.
Lingkungan keluarga yang dekat dengan kehidupan keagamaan turut membentuk perjalanan tersebut. Kakeknya diketahui merupakan seorang penghafal Al-Quran.
Setelah menyelesaikan pendidikan di bidang Studi Al-Qur’an, Syekh Ibrahim sempat bekerja sebagai pengajar di luar Madinah.
Ia kemudian kembali mendapat kesempatan menjadi muadzin di Masjid Al-Maddah pada 1428 Hijriah.
Kariernya mencapai babak penting ketika namanya diumumkan sebagai salah satu muadzin baru Masjidil Haram pada 14 Mei 2018.
Sejak saat itu, lantunan suaranya terdengar di tempat suci tersebut selama lebih dari delapan tahun.
Salah satu momen paling emosional terjadi saat pertama kali ia mengumandangkan azan di depan Ka’bah.
Dalam podcast Ashraqat, Syekh Ibrahim mengaku gugup dan menangis ketika melihat jamaah melakukan tawaf sambil mendengar suaranya.
Momen tersebut menjadi gambaran kerendahan hatinya di hadapan tempat suci yang selama ini begitu ia cintai.

