Pelaku pencambukan di KPPG Bogor diungkap Polisi, siapa dia?
Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Jawa Barat, menjadi perhatian setelah rekaman aksinya tersebar di media sosial.
Polisi sekarang mendalami peristiwa tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden pencambukan terhadap seorang pegawai.
Kapolsek Bogor Utara, Kompol Enjo Sutarjo, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah penyelidikan untuk memastikan kejadian tersebut.
Polisi juga mendatangi kantor KPPG Bogor guna memperoleh informasi dan mengonfirmasi kebenaran peristiwa yang beredar.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Imam, mengungkapkan bahwa insiden tersebut melibatkan dua pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Purwakarta.
Korban berinisial RAN diketahui menjabat sebagai Kepala SPPG Purwakarta, sedangkan pria berinisial GD diduga merupakan Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Purwakarta.
Informasi mengenai identitas kedua pihak tersebut disampaikan ketika kasus ini mulai menjadi sorotan publik. Polisi masih perlu mendalami kejadian untuk mengetahui secara lengkap latar belakang perselisihan yang berujung pada dugaan kekerasan tersebut.
Peristiwa ini mencuat setelah sebuah video memperlihatkan seorang pria mengalami pencambukan di sebuah ruangan berpintu jeruji besi.
Dalam rekaman itu, korban terlihat mengenakan kaus yang sudah robek dan berulang kali meminta ampun ketika punggungnya dicambuk menggunakan benda yang diduga sabuk.
Pria yang diduga melakukan aksi tersebut tampak mengenakan seragam pegawai program Makan Bergizi Gratis (MBG) berwarna biru muda. Sejumlah orang juga terlihat berada di lokasi, tetapi tidak tampak menghentikan kejadian dalam potongan video yang beredar.
Kepala KPPG Bogor, Haidir, kemudian memberikan penjelasan terkait insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa dugaan penganiayaan itu melibatkan dua pegawai SPPG asal Purwakarta, bukan pegawai KPPG Bogor.
Menurut Haidir, kejadian berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026, saat kedua pegawai tersebut berkunjung ke kantor KPPG Bogor.
Kantor itu menjadi pusat koordinasi yang membawahi sejumlah wilayah, termasuk Bogor, Cianjur, Sukabumi, Depok, dan Purwakarta.

