Kabar duka, mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal
Kabar meninggalnya mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, membawa duka bagi dunia militer Tanah Air.
Widodo dilaporkan wafat pada Sabtu 24 Oktober 2026 di Jakarta dalam usia 82 tahun. Informasi tersebut disampaikan melalui postingan akun resmi Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI).
Melalui media sosialnya, Koarmada RI menyampaikan ucapan belasungkawa atas kepergian Widodo yang pernah menduduki posisi Panglima TNI ke-14.
Kabar duka tersebut turut menjadi perhatian mengingat besarnya peran Widodo dalam perjalanan organisasi militer Indonesia.
Menurut informasi yang beredar, Widodo mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Jakarta sekitar pukul 21.30 WIB.
Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai salah satu perwira tinggi Angkatan Laut yang menorehkan perjalanan karier panjang di lingkungan militer maupun pemerintahan.
Perjalanan pengabdian Widodo dimulai dari dunia kemiliteran setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Angkatan Laut pada 1968.
Kemampuan dan pengalamannya mengantarkan dirinya dipercaya mengisi sejumlah jabatan penting di tubuh TNI.
Pada 1998 hingga 1999, Widodo menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL). Ia kemudian dipercaya menjadi Wakil Panglima ABRI pada 1999 sebelum diangkat sebagai Panglima TNI oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada tahun yang sama. Jabatan tersebut diembannya hingga 2002.
Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Panglima TNI, Widodo melanjutkan pengabdian di pemerintahan.
Ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan pada periode 2004–2009 dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Selain itu, ia juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
Widodo Adi Sutjipto lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 1944. Ia meninggalkan seorang istri bernama Sri Murniati serta rekam jejak panjang dalam sejarah militer Indonesia.

