RI Bangga, Raharjati Nursamsa raih perak di Santiago 2026
Atlet panjat tebing Indonesia, Raharjati Nursamsa, berhasil mencatatkan hasil positif dalam ajang World Climbing Series Santiago 2026. Ia mengamankan medali perak dari nomor men speed setelah bersaing hingga partai final di Republik Chili.
Pencapaian ini menjadi hasil terbaik bagi kontingen Indonesia dalam kompetisi tersebut.
World Climbing Series Santiago 2026 berlangsung pada 23 hingga 25 Oktober 2026. Indonesia menurunkan tujuh atlet yang berkompetisi di sejumlah nomor, meliputi men lead, women speed, dan men speed.
Persaingan berlangsung ketat karena para atlet harus menghadapi sejumlah pesaing kuat dari berbagai negara.
Berdasarkan laporan Surto Olimpico, Raharjati melaju ke babak final nomor men speed dan bertemu atlet China, Yicheng Zhao. Pertandingan tersebut menjadi penentu peraih medali emas dan perak dalam kategori itu.
Raharjati menyelesaikan lintasan dengan catatan waktu 5,06 detik. Namun, Zhao mampu tampil lebih cepat dengan waktu 4,74 detik.
Selisih waktu tersebut menempatkan atlet China itu di posisi teratas, sementara Raharjati membawa pulang medali perak untuk Indonesia.
Hasil berbeda dialami Veddriq Leonardo yang harus mengakhiri perjuangannya di babak 16 besar. Peraih emas Olimpiade Paris 2024 itu mencatatkan waktu 6,57 detik.
Antasyafi Robby Al Hilmi juga terhenti pada fase yang sama, meski sebelumnya memimpin babak kualifikasi.
Di nomor women speed, Lijuan Deng dari China meraih emas setelah menundukkan Emma Hunt asal Amerika Serikat. Deng mencatatkan waktu 6,38 detik, sedangkan Hunt finis dalam 6,98 detik. Medali perunggu diraih Isis Rothfork setelah mengungguli Yuju Mou.
Wakil Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, juga belum berhasil melewati babak 16 besar meski menempati posisi kedua pada kualifikasi.
Sementara itu, nomor lead putra dipimpin Neo Suzuki dari Jepang. Putra Tri Ramadani menjadi wakil Indonesia yang menempati posisi keempat pada babak kualifikasi.

