Nasional

Atasi Karhutla dengan Bantuan Asing, Indonesia Dinilai Positif

Atasi Karhutla dengan bantuan asing, Indonesia dinilai positif

Keterlibatan negara lain dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dinilai dapat membawa dampak positif bagi reputasi nasional.

Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Dafri Agussalim, menilai kesediaan pemerintah menerima dukungan internasional menunjukkan sikap terbuka dalam menghadapi persoalan lingkungan.

Menurut Dafri, karhutla bukan sekadar masalah dalam negeri, melainkan isu yang menjadi perhatian bersama di tingkat global.

Karena itu, kerja sama dengan negara lain dapat memperlihatkan keseriusan Indonesia dalam menghadapi tantangan lingkungan yang membutuhkan penanganan bersama.

Dafri juga menyoroti posisi Indonesia yang selama ini aktif dalam berbagai forum internasional mengenai perubahan iklim.

Baginya, keterbukaan terhadap bantuan asing sejalan dengan upaya memperkuat komitmen Indonesia dalam menghadapi persoalan tersebut.

Ia mengingatkan bahwa sikap menolak dukungan dari negara lain justru berpotensi membawa konsekuensi di luar masalah lingkungan.

Salah satunya berkaitan dengan hubungan ekonomi dan kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Menurut Dafri, negara lain bisa saja mempertimbangkan kembali rencana investasinya apabila menilai Indonesia kurang terbuka dalam menangani persoalan yang menjadi perhatian internasional.

Hubungan perdagangan juga berpotensi terdampak, mengingat isu lingkungan kerap berkaitan dengan kebijakan perdagangan global.

Oleh sebab itu, ia menilai keputusan pemerintah membuka ruang kerja sama merupakan langkah yang patut diapresiasi.

Pendekatan tersebut dinilai lebih bermanfaat dibandingkan mempertahankan sikap defensif ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan dukungan lintas negara.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui bantuan asing untuk menangani karhutla di sejumlah daerah.

Proses pembahasan dukungan tersebut kini memasuki tahap teknis dengan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pernyataan itu disampaikan Arrmanatha seusai rapat tertutup bersama Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Kamis 15 Oktober 2026.

Namun, pemerintah belum memerinci negara pemberi bantuan maupun bentuk dukungan yang akan diberikan.

Baca juga: Adik eks Kepala BNPB alirkan dana bencana Rp148 M ke saham
Penguin

Recent Posts

Adik Eks Kepala BNPB alirkan Dana Bencana Rp148 M ke Saham

Adik eks Kepala BNPB alirkan dana bencana Rp148 M ke saham Kasus dugaan korupsi pengadaan…

1 jam ago

Nikita Mirzani Ungkap yang Dirasakan saat Filmnya Rilis Bioskop

Nikita Mirzani ungkap yang dirasakan saat filmnya rilis Bioskop Film Beautiful Pain menjadi salah satu…

10 jam ago

Emas dan Aset Digital, Ini Deretan Barang Bukti di Kasus BNPB

Emas dan aset digital, ini deretan barang bukti di kasus BNPB Kasus dugaan korupsi di…

10 jam ago

Indonesia Tuan Rumah WCCE 2026, Perkuat Ekonomi Kreatif Dunia

Indonesia tuam rumah WCCE 2026, perkuat Ekonomi Kreatif Dunia Indonesia akan menjadi pusat perhatian dunia…

1 hari ago

Polda Ingatkan Bahaya QRIS Viral yang Diduga Terkait Judol

Polda ingatkan bahaya QRIS viral yang diduga terkait judol embayaran digital melalui QRIS menawarkan kemudahan…

1 hari ago

Timnas Indonesia Incar Wonderkid Arsenal, Media Vietnam Resah

Timnas Indonesia incar Wonderkid Arsenal, media Vietnam resah Rencana Timnas Indonesia untuk merekrut pemain muda…

1 hari ago

This website uses cookies.