Politik

Bebizie Anggota DPRD DKI diperiksa KPK soal perkara Batu Bara

Bebizie anggota DPRD DKI diperiksa KPK soal perkara batu bara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam pengusutan perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang berkaitan dengan gratifikasi sektor batu bara di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Salah satu saksi yang dipanggil adalah anggota DPRD DKI Jakarta Bebizie Sri Mulyati pada Kamis 13 Agustus 2026.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa Bebizie menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu penyidik ​​mengembangkan kasus yang sedang diselesaikan.

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” kata Budi Prasetyo.

Dalam agenda pemeriksaan tersebut, KPK juga memanggil dua saksi lainnya.

Mereka yakni Noval Elfarveisa yang berprofesi sebagai advokat dan Agus Mujianto selaku Staf Keuangan serta Administrasi Umum PT Alamjaya Barapratama.

KPK belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pokok pertanyaan yang disampaikan kepada para Saksi.

Lembaga antirasuah masih melakukan pendalaman terhadap berbagai informasi yang diperoleh selama proses penyelidikan.

Bebizie yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Jakarta Utara diperiksa dalam rangka menelusuri fakta-fakta baru terkait perkara tersebut.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga perusahaan batu bara di wilayah Kutai Kartanegara sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Penetapan tersangka dilakukan melalui Surat Perintah Penyudikan (Sprindik) yang diterbitkan pada Februari lalu.

Perusahaan ketiga tersebut adalah PT Sinar Kumala Naga, PT Alamjaya Barapratama, dan PT Bara Kumala Sakti.

Perusahaan-perusahaan itu diketahui bergerak dalam produksi batu bara dan beroperasi di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Penyidik ​​menduga ketiga perusahaan tersebut memiliki keterkaitan dengan dugaan penerimaan gratifikasi yang berkaitan dengan perkara mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

Seiring berjalannya penyelidikan, KPK telah memeriksa sejumlah pihak untuk mendapatkan keterangan tambahan.

Beberapa saksi yang dimintai keterangan antara lain Rita Widyasari, anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Nabil Husein Said Amin Al Rasydi, Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno, serta pihak swasta Geisz Chalifah.

Baca juga: Kemensos sebut 1.900 pegawai terindikasi aktif bermain judol
Penguin

Recent Posts

Pilih Lewat Jalur Hukum, Ruben Onsu Tak Terima Anak Dihina

Pilih lewat jalur hukum, Ruben Onsu tak terima anak dihina Presenter Ruben Onsu akhirnya angkat…

1 jam ago

Kasus Laporan Rizky Billar, Lesti dan Asila Maisa Dipanggil Polisi

Kasus laporan Rizky Billar, Lesti dan Asila Maisa dipanggil Polisi Penyidik ​​Polda Metro Jaya masih…

2 hari ago

Kemensos Sebut 1.900 Pegawai Terindikasi Aktif Bermain Judol

Kemensos sebut 1.900 pegawai terindikasi aktif bermain judol Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkap adanya…

2 hari ago

Anak WNI hanyut di Sungai Malaysia berakhir dengan kabar Duka

Anak WNI hanyut di sungai Malaysia berakhir dengan kabar duka Kabar duka datang dari Subang…

2 hari ago

KPK Buka Detail Aliran Uang Kuota Haji Setelah Sita Rp100 Miliar

KPK buka detail aliran uang kuota Haji setelah sita Rp 100 miliar Juru Bicara Komisi…

2 hari ago

Bigmo Temui Ortu Anak Promo Liqud Minta Maaf dan Klarifikasi

Bigmo temui ortu anak promo Liqud minta maaf dan klarifikasi Muhammad Jannah atau Bigmo menunjukkan…

3 hari ago

This website uses cookies.