Bupati Aceh memilih Umrah dibanding bantu rakyat yang lagi kebanjiran
Bupati Aceh Selatan Mirwan MS memilih menunaikan ibadah umrah bersama keluarganya di tengah bencana banjir bandang dan longsor yang lagi melanda 11 kecamatan di wilayahnya.
Keberangkatan itu terjadi lima hari setelah ia menerbitkan surat ketidaksanggupan menangani tanggapan darurat bencana, tepatnya pada Selasa 2 Desember 2025, pada sejumlah warga yang masih tinggal di tenda pengungsian.
Seorang warga setempat, Nasrol, mengatakan meskipun air sudah surut, sebagian pengungsi tetap bertahan di lokasi sementara.
“Air sudah surut, tapi pengungsi masih ada meski tidak sebanyak awal,” katanya.
Kemudian, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Aceh Selatan, Denny Saputra, membantah kritik yang lagi viral.
Ia menjelaskan bahwa keberangkatan Bupati dilakukan setelah kondisi wilayah dianggap stabil, terutama di kawasan Bakongan Raya dan Trumon Raya.
Sebelumnya, Mirwan juga diketahui melihat situasi terdampak dan mengantarkan bantuan logistik ke warga.
Kejadian tersebut membuat ramai di tengah masalah Aceh sebagai daerah darurat bencana hidrometeorologi.
Meski demikian, pihak kepemimpinan daerah menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan setelah memastikan keamanan dan kebutuhan warga tetap terpantau.
Heriadi menilai dan menegaskan bahwa dalam situasi darurat seperti saat ini, seorang pemimpin semestinya hadir untuk memastikan keselamatan masyarakatnya.
“Kami menghormati Umroh sebagai ibadah. Tapi ini bukan soal ibadah, ini soal prioritas kepemimpinan.” kata Heriadi.
“Rakyat mengungsi, jalan putus, logistik terbatas, tapi Bupati malah pergi. Ini keputusan yang tidak bijak dan melukai rasa keadilan publik,” tambahnya.

