Dirut Agrinas Tak Hadir Dipembahasan Beli Mobil India, DPR RI Kesel atas Ketidakhadirannya
Rapat kerja antara Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Koperasi Republik Indonesia juga pihak PT Agrinas Pangan Nusantara pada Rabu 11 Maret 2026 terpaksa di tunda.
Penundaan tersebut dikarenakan Direktur Utama Agrinas tidak hadir dalam rapat yang membahas sejumlah masalah penting.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PDIP, Mufti Anam, menyampaikan kekecewaannya atas ketidakhadiran tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya Dirut Agrinas sempat mengonfirmasi akan hadir dalam rapat tersebut.
Rapat tersebut juga menjadi sorotan karena membahas rencana impor sekitar 105.000 unit mobil pick up dari India yang disebut akan digunakan untuk operasional program Koperasi Desa Merah Putih.
Menurut Mufti, rencana pengadaan kendaraan dalam jumlah besar itu menimbulkan banyak pernyataan karena dinilai belum pernah dibahas bersama Komisi VI DPR RI sebagai mitra pengawas.
“Ini serius bagi kami karena 105.000 mobil itu jumlahnya sangat besar. Kami ingin tau kepentingan siapa, karena kami tanya tadi Menteri Koperasi tidak tahu. Kami di Komisi VI juga tidak tahu, bahkan para kepala desa juga tidak diajak bicara,” katanya.
DPR juga menilai rapat tersebut seharusnya menjadi momen untuk memperjelas berbagai isu yang lagi menjadi perhatian publik, terutama soal rencana pengadaan kendaraan dalam jumlah besar yang disebut akan digunakan untuk mendukung program koperasi desa.
Rebecca effort ke Belgia demi beri kejutan spesial ultah Jennifer Di tengah momen perayaan di…
Eks Dirut KBS resmi jadi tersangka kasus korupsi pakan fiktif Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur…
Puan ketuk palu, RUU Surga Investasi PFII resmi sebagai UU DPR RI telah resmi menyepakati…
Gerindra nilai Hotman tak etis seret Prabowo ke ranah hukum Partai Gerindra menegaskan Presiden RI…
Nanik S mundur dari kepala BGN, demi pemulihan kesehatannya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik…
Yudi Purnomo bongkar kecurigaan soal fasilitas khusus Hotman Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meminta…
This website uses cookies.