DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin ajak masyarakat ikut sumbang uang untuk dana MBG
Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik indonesia (DPD RI), Sultan Bachtiar Najamudin, mengumumkan agar pendanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Beliau mendorong adanya partisipasi masyarakat melalui skema gotong royong atau sumbangan sukarela.
Menurut Sultan Bachtiar Najamudin, program berskala nasional seperti MBG berpotensi menghadapi kendala keberlanjutan jika hanya mengandalan anggaran negara.
Oleh karena itu, diperlukan alternatif pembiayaan untuk memperkuat dukungan terhadap program MBG tersebut.
Tak hanya itu, ia juga menilai budaya gotong royong yang sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia bisa menjadi kekuatan tambahan dalam menopang program ini.
Selain itu, karakter masyarakat yang dikenal dermawan dinilai mampu menjadi modal sosial yang besar.
Sultan juga menyebut bahwa ketertiban masyarakat dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap program MBG, sehingga mendorong tanggung jawab bersama dalam keberhasilannya.
Tak hanya itu, ia mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan sejumlah perwakilan negara sahabat untuk membuka peluang kerja sama internasional, baik dalam bentuk dukungan teknis maupun pendanaan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra global, diharapkan program MBG dapat berjalan lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
Ceramah Habib Alwi Assegaf diprotes, inilah sindiran Sekjen MUI Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah…
700 BUMN Merugi di era Prabowo, Penutupan ditargetkan 2026 Presiden Prabowo Subianto berencana penutupan jumlah…
Andre Taulany dan Amanda Rigby romantis saat Liburan di Italia Andre Taulany kembali ramai setelah…
Dedi Mulyadi srukan Resolusi Jihad anggaran di Hari Santri 2026 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi…
Puan minta balita jadi prioritas penanganan bencana Karhutla Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah…
Yusril sebut, korupsi bikin pejabat BUMN takut ambil risiko Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi…
This website uses cookies.