Ekstrem, enam Kabupaten di Lampung terendam air banjir dan longsor
Terjadi cuaca ekstrem dari hari selasa hingga Rabu 2-3 Desember 2025, membuat beberapa wilayah di Lampung hancur.
Enam Kabupaten diantaranya Pesisir Barat, Lampung Utara, Lampung Selatan, Tanggamus, Tulang Bawang Barat, dan Pesawaran terdampak banjir, longsor, hingga puting beliung.
Humas BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengumumkan rangkaian bencana tersebut.
Pendataan masih berjalan karena lokasi terdampak cukup luas.
Bencana pertama terjadi di Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, pada Sore. Ada 354 rumah rusak akibat angin puting beliung yang datang tiba-tiba. Warga pun panik saat atap-atap rumah beterbangan dalam hitungan detik.
Kemudian sehari setelahnya, hujan deras ditambah dengan angin kencang menghantam Pesisir Batang. Dua kecamatan mengalami longsor dan banjir hingga mencapai 1 meter, membuat jalan lintas tertutup material tanah dan batu.
Di Lampung Utara, hujan badai merusak fasilitas warga di Desa Bumi Agung, Abung Timur. Listrik pun padam sejak Rabu, membuat warga bertahan dalam kegelapan.
Bencana paling parah tercatat di Kabupaten Tanggamus. Luapan Sungai Kali Begi tak terbendung setelah tanggul jebol dan merendam tiga RT di Kelurahan Pasar Madang dengan ketinggian air dari lutut sampai pinggang, dan lain-lain.
Selanjutnya, Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko menyebut sekitar 350 rumah terdampak banjir.
Aparat bersama warga mengevakuasi anak-anak dan lansia ke area yang aman. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan besar karena banyak perabot rumah yang terendam.
Lanjut, air mulai surut sekitar pukul 17.30 WIB setelah hujan mereda. Perbaikan tunggal direncanakan segera dilakukan untuk mencegah banjir susulan.

