Gubernur NTT menanggapi kasus anak SD yang bundir di Kabupaten Ngada
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena marah atas kasus bunuh diri yang menimpa YBS berusia 10 tahun, siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada.
Ia menegaskan akan menuntut pemerintah derah jika trategi ini kembali terjadi di wilayah NTT.
“Besok ada lagi model begini saya tuntut orang-orangnya. Kalau pun saya, maka saya siap tuntut. Kalau ada salah maka siap orang itu dituntut. Masa ada warga negara mati karena hal begini,” tegas Emanuel Melkiades Laka Lena.
Menurutnya, kasus ini menjadi tamparan keras bagi seluruh elemen di NTT. Ia menilai kejadian ini bukan semata-mata soal ketidakmampuan membeli perlengkapan sekolah, melainkan hilangnya kepekaan sosial di tengah masyarakat untuk salah menyapa dan mengetahui kondisi tetangga yang kesulitan.
“Mati hanya karena miskin. Agak terganggu juga saya. Saya punya keluarga juga, tangan saya susah juga. Saya WA pimpinan daerahnya lama juga merespons. Jadi saya minta orang saya sendiri untuk turun untuk cek,” katanya.
“Pemerintah daerah harus segera mengurus makam anak tersebut. Kirim orang secara resmi dari Pemda Ngada, sebagai pemerintah kami gagal urus warga negara mati hanya gara-gara begini,” ungkap Melki.
“Saya tidak malu mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi NTT, Pemkab Ngada, sampai tingkat desa, kami gagal. Pranata pendidikan gagal, pranata sosial gagal, agama dan adat juga gagal. Semua kami gagal sampai ada yang harus meninggals eperti ini,” tambahnya.
Menurutnya, kasus ini tamparan keras bagi seluruh elemen di NTT.
Abu Vulkanik Krakatau capai Jakarta, GMPK DKI bagi masker Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang…
3 ASN Jayawijaya tewas korban tembakan KKB, berikut profilnya Tugas pelayanan kepada masyarakat di Papua…
BGN hapus 1.653 sekolah dari penerima makan bergizi gratis Sebagian sekolah tidak lagi tercatat sebagai…
Rekaman video call diduga penembak 3 ASN Jayawijaya viral Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian…
Mahasiswa UIN Jakarta desak dugaan korupsi diusut tuntas Dugaan korupsi yang dikaitkan dengan pengelolaan UIN…
Santriwati di Sleman diduga jadi korban kiai, kini hamil 8 bulan Kasus dugaan kekerasan seksual…
This website uses cookies.