Data BPS umumkan pendapatanw arga RI hampir Rp7 juta per bulan
Pendapatan rata-rata masyarakat Indonesia pada 2025 tercatat mendekati Rp7 juta per bulan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produk domestik bruto (DPB) per kapita Indonesia tahun lalu mencapai Rp83,7 juta per tahun, atau setara sekitar Rp6,97 juta per bulan.
Capaian tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomis Indonesia yang tumbuh 5,11% secara tahunan (year-on-year/YoY) sepanjang tahun 2025.
Angka ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun 2024, ketika pendapatan per kapita masih berada di kisaran Rp6,5 juta per bulan.
Kepala BPS Amalia Adininggar Wisyasanti menjelaskan bahwa kenaikan pendapatan per pakita didorong oleh kenerja ekonomi nasional yang tetap solid.
Terutama dari sisi komunikasi rumah tangga yang menjadi penompang utama pertumbuhan.
“Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh besar 5,11%,” kata Amalia, Kamis 5 Februari 2026.
Konsumsi rumah tangga berkontribusi paling besar terhadap perekonomian dengan porsi 53,88% dari PDB.
Aktivitas dan mobilitas masyarakat yang meningkat, termasuk di sektor transpotasi, komunikasi, serta restoran dan hotel, ikut mendorong naiknya pendapatan rata-rata masyarakat.
Namun, angka pendapatan hampir Rp7 juta per bulan ini merupakan rata-rata nasional, sehingga belum sepenuhnya mencerminkan kondisi rill seluruh lapisan masyarakat.
Distribusi pendapatan perbedaan daya beli antarwilayah masih menajdi faktor penting dalam membaca kualitas kesejahtraan secara menyeluruh.
Kabar bahagia, Jennifer Coppen sah jadi istri Justin Hubner di Bali Akhirnya kabar bahagia dari…
Ramai Jokowi dikabarkan bakal jadi Ketua Dewan Pembina PSI Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace…
Pesawat Angkut Militer India terbakar usai jatuh, 5 personel tewas Pesawat angkut logistik jenis AN-32…
Publik penasaran, ini alasan Kenny Austin tutupi wajah sang anak Setelah melahirkan putra pertama mereka,…
Nanik ungkap rencana coret anak orang kaya dari program MBG Badan Gizi Nasional (BGN) lagi…
Menteri Pemadaman listrik bukan akibat batu bara langka, kata Bahlil Menteri Energi dan Sumber Daya…
This website uses cookies.